Kasus Narkoba

Kasusnya Mulai Disidik, Dua Pasal Ini Bisa Dikenakan kepada Ridho Rhoma

Reda mengatakan, dengan diterimanya SPDP, maka akan dimulai pula hitungan sampai berkas perkara tahap satu harus diserahkan ke Kejari Jakbar.

Kasusnya Mulai Disidik, Dua Pasal Ini Bisa Dikenakan kepada Ridho Rhoma
Warta Kota/Nur Ichsan
Ridho Rhoma menjalani tes lanjutan narkotika di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017). 

WARTA KOTA, KEMBANGAN - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP), terkait kasus penyalahgunaan narkotika Ridho Rhoma, dari Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (31/3/2017).

"Sudah diterima tadi siang. Baru hari ini kami terima SPDP-nya," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Mantovani, ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Reda mengatakan, dengan diterimanya SPDP, maka akan dimulai pula hitungan sampai berkas perkara tahap satu harus diserahkan ke Kejari Jakbar.

Reda mengatakan, di penyerahan berkas tahap pertama, pihaknya akan mulai menentukan apakah Ridho Rhoma bakal didakwa dengan pasal 112 atau pasal 127 UU Narkotika.

"Nanti akan kita lihat apakah ada rekomendasi dari tim asessment dari Badan Narkotika Nasional (BNN) atau tidak," kata Reda.

Rekomendasi dari tim assesment amat penting bagi Jaksa untuk menentukan bentuk dakwaan dan tuntutan di pengadilan. Reda menjelaskan, rekomendasi tim assesment BNN itu menjelaskan posisi sebenarnya Ridho Rhoma.

"Apakah dia masuk kategori pecandu atau kategori bukan pecandu (pengedar)," jelas Reda.

Rekomendasi dari tim assesment akan memunculkan perbedaan perlakuan terhadap Ridho Rhoma bagi Kejari Jakbar.

Apabila tim assesment BNN menyatakan Ridho Rhoma sebagai pecandu, maka JPU akan mendakwa dan menuntut dengan pasal 112 UU Narkotika. Ancamannya minimal empat tahun penjara.

Tapi apabila tim assesment menyatakan Ridho sebagai pecandu, maka JPU akan memakai pasal 127 UU Narkotika. Ridho akan didakwa dan dituntut terkait rehabilitasi saja.

"Karena memang kasihan juga kalau dia pecandu tapi sampai dijebloskan ke penjara. Jadi pengedar justru nanti bisa usai keluar dari penjara. Kita lihat saja bagaimana rekomendasi tim assesment nantinya," papar Reda. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved