Boyong Essien dan Cole, Persib Dijuluki Los Galacticos Indonesia

Carlton Cole diganjar senilai 1,25 juta euro atau setara dengan Rp 17,7 miliar. Sdangkan Essien, Persib harus menebus "mahar" sekitar Rp 11 miliar

Boyong Essien dan Cole, Persib Dijuluki Los Galacticos Indonesia
Tribun Jabar

WARTA KOTA, JAKARTA Persib Bandung menatap musim 2017 dengan "cara tak lazim" dalam urusan pembelian pemain.
Label sebagai tim mapan pun ditunjukkan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dengan mendatangkan dua megabintang sekaligus, Michael Essien dan Carlton Cole.
Merujuk pada data Transfermarkt, Carlton Cole diganjar harga senilai 1,25 juta euro atau setara dengan Rp 17,7 miliar. Sementara itu, untuk menggunakan jasa Essien, Persib harus menebus "mahar" sekitar Rp 11 miliar.
Kedatangan dua mantan pemain Chelsea itu melengkapi daftar belanja pemain yang telah dilakukan Persib pada pengujung 2016, seperti Dedi Kusnandar, Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Wildansyah, Imam Arief, serta Shohei Matsunaga.
Daftar itu belum termasuk Raphael Maitimo yang direncanakan bergabung pada saat launching tim Persib pada 2 April 2017 nanti.
CEO PT PBB, Teddy Tjahyono, tak menampik jika hadirnya dua megabintang itu ditujukan untuk mengatrol prestasi Persib yang menurun dalam dua turnamen terakhir (TSC 2016 dan Piala Presiden 2017).

Baca: Anak Presiden Jual Jas Hujan, Netizen Pertanyakan Logo Garuda

Strategi belanja Persib dengan mendatangkan para pemain bintang dengan harga tak wajar membuat Persib disebut sebagai "Los Galacticos Indonesia", julukan yang menempel erat dengan klub kaya raya, Real Madrid.
"Tujuan utama kami ingin juara, yang kedua, menularkan ilmu kepada pemain lokal dan pemain muda kita. Dengan mengontrak pemain bagus, kami punya target juara. Inti tujuannya kami ingin juara untuk tahun ini," kata Teddy di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Jumat (31/3/2017) seperti dikutip dari Tribun Jabar.
Dalam kronologi pembelian Cole, Persib sebelumnya sempat diisukan dekat dengan Peter Odemwingie dan Marouane Chamakh.
Namun, atas rekomendasi pelatih Djadjang Nurdjaman, manajemen memutuskan memboyong Cole dengan ragam pertimbangan.

"Kami harus lihat kebutuhan tim. Untuk proses rekrutmen, kami selalu konsultasi dengan pelatih dan manajer. Dari beberapa pemain yang diterima, kami lakukan Review satu per satu," kata Teddy.
"Mulai dari statistik, sejarahnya, nilai kontraknya, apakah dia masih terikat kontrak dengan klub lain, mungkin sifatnya, kami juga kroscek. Cole kan pernah main bareng dengan Essien di Chelsea, buat kami lebih mudah," tuturnya.
Teddy pun membantah bahwa sumber dana pembelian Essien dan Cole berasal dari suntikan sponsor Persib.
Dia menegaskan, proses transfer keduanya bersifat independen atas kebutuhan tim yang disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Fifi Nofita Mantan pemain Chelsea, Michael Essien, resmi bergabung ke Persib Bandung, Selasa (14/3/2017).
"Kami independen, itu keputusan manajemen yang sudah dikonsultasikan sama pelatih. Enggak ada hubungannya sama sponsor. Kami yang nyetir sponsor, bukan sponsor yang nyetir kami," katanya.
Teddy enggan memberi jaminan jika pembelian pemain bintang atau marquee player akan menjadi budaya baru dalam belanja pemain Persib pada tahun berikutnya.
Namun, jika kondisi sepak bola Indonesia terus membaik, tak menutup kemungkinan Persib mengambil strategi serupa.
"Kami enggak tahu, ini kan baru pertama kali. Pemerintah ingin meningkatkan sepak bola di Indonesia. Itu terlihat bahwa untuk pertama kali ada rapat terbatas membahas sepak bola bersama Presiden. Artinya, ini serius," ucapnya.
"Dengan dukungan pemerintah seperti ini dan dukungan PSSI yang baru, kami berharap kompetisi sepak bola Indonesia lebih meningkat. Dengan kondisi sepak bola yang bagus, kompetisi bagus, klub jadi lebih bagus, pemain bagus, timnas bagus mudah-mudahan bisa bermain pada Piala Dunia 15 tahun lagi," tutur Teddy.(*)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved