Kasus Narkoba

Ridho Rhoma Tak Bisa Direhabilitasi

BNN Provinsi memastikan Ridho Rhoma tidak dilakukan rehabilitasi. ‎Ia akan menghuni penjara hingga majelis hakim memutuskan perbuatannya.

Ridho Rhoma Tak Bisa Direhabilitasi
Arie Puji Waluyo
Ridho tiba di BNN sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (27/3). Menggunakan pakaian berwarna biru, muka ditutupi kain hitam dan topi hitam layaknya seorang teroris, Ridho didampingi tiga pria yang diketahui adalah penyidik Sat Narkotika Polres Metro Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) memastikan Ridho Rhoma (28) tidak dilakukan rehabilitasi. ‎Ridho akan menghuni penjara hingga majelis hakim memutuskan perbuatannya.

"Dia dipastikan tidak akan diusulkan tim assesment mendapat perawatan selama menunggu keputusan pengadilan. Sebab, dia bukan korban, dia pelaku pengguna Narkoba," tegas Kepala BNNP DKI, Brigjen (Pol) Johnypol Latupeirissa, saat dihubungi, Selasa (28/3/2017). 

Johnypol beralasan, bila Ridho merupakan korban, maka dia atau keluarganya akan lebih dahulu melapor sebelum ditangkap. 

Terlebih penggunaan sabu yang dilakukan Ridho telah berlangsung sudah dari dua tahun. 

"Pengakuannya sudah dibenarkan hasil uji darah dan rambut yang dilakukan BNN," tandas Johnypol. 

Pernyataan Johnypol demikian, sebagaimana komitment Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso yang mengatakan akan memberikan rehabilitasi dan merawat pengguna narkoba yang melapor.

Sementara bagi yang ketangkap akan dipenjara. 

Sebelumnya, ‎Ridho Rhoma ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di sebuah hotel di Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (25/3/2017) pukul 04.00.

Di mobil yang dikendarai Ridho, polisi mendapat paket sabu 0,76 gram.

Polisi juga menangkap kurir sabu berinisial Mohammad Sofyan. Dia ditangkap pukul 09.00 di sebuah apartemen di kawasan Jalan Thamrin.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved