Kemenhub akan Kurangi Jumlah Taksi Online Jika Jumlah Melebihi Kuota

Tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi; Penentuan tarif berdasarkan tarif batas atas/bawah;

Kemenhub akan Kurangi Jumlah Taksi Online Jika Jumlah Melebihi Kuota
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Menteri Perhubungan, Budi Karya; Kepala BPTJ,Elly Sinaga; Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dan Kadishub DKI Andri Yansyah 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membatasi jumlah taksi online yang beroperasi.

Jika nantinya, jumlah tersebut melebihi dari kuota yang telah ditentukan, pengurangan akan dilakukan.

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bahwa pembatasan akan dilakukan sebagai upaya untuk agar tidak berlebihnya jumlah taksi online yang beroperasi.

Sehingga pengemudi tetap bisa mendapatkan jumlah penghasilan yang baik.

"Jika nanti lebih, akan kami kurangi. Tetapi jika nanti kurang akan kami tambah.Ini akan kami evaluasi masalah jumlahnya," kata Budi Karya, dalam usai acara Sosialisasi Permenhub 32 Tahun 2016 di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (26/3/2017).

Permenhub 32 Tahun 2016 adalah tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dengan demikian, jumlah taksi online bisa terang benderang. Karena selama ini tidak ada kepastian berapa jumlah sebenarnya taksi online yang beroperasi.

Dalam data yang disebutkan dalam acara tersebut, jumlah taksi online Go Car sebanyak 3.241 unit dan 200 unit yang telah uji kir.

Lalu, Grab Taksi 4.600 telah uji kir dan telah Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) sebanyak 3.000 unit.

Lalu Uber taksi, 5.500 unit beroperasi, yang telah uji kir 950 unit.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved