Palyja Miliki Teknologi Sakti Olah Air Bersih dari Sungai di Jakarta

Kebutuhan akan air bersih di Jakarta setiap harinya selalu meningkat, namun jumlah pasokan air baku tidak meningkat.

Palyja Miliki Teknologi Sakti Olah Air Bersih dari Sungai di Jakarta
Warta Kota/Acep Nazmudin
Palyja 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Kebutuhan akan air bersih di Jakarta setiap harinya selalu meningkat, namun fakta yang ada, jumlah pasokan air baku tidak meningkat.

Kepala Corporate Communications and Social Responsibilities PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Meyritha Maryanie membeberkan, kebutuhan air bersih di Jakarta saat ini mencapai 26.100 liter per detik, namun pasokan yang tersedia hanya 17.000 liter per detik.

Artinya, penduduk Jakarta defisit air bersih 9.100 liter per detik.

"Tapi, sejak tahun 1998, tidak ada tambahan pasokan air bersih di Jakarta secara signifikan," kata Meyritha di sela-sela peringatan Hari Air Dunia di Sarana Penampungan Air Bersih PAM Jaya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Meyritha, saat ini sekitar 97 persen air yang dikelola Palyja untuk distribusi wilayah Barat Jakarta didatangkan dari luar Jakarta, rinciannya sekitar 60 persen dari Waduk Jatiluhur, Jawa Barat dan 37 persen sisanya dibeli dari PDAM Tangerang.

"Jadi hanya tiga persen yang dikelola dari sungai di Jakarta, yakni dari Cengkareng Drain dan Kali Krukut" kata dia.

Padahal, kata Meyritha, ada 13 sungai yang membelah Kota Jakarta, Sisanya, namun sebagian besar, termasuk Ciliwung, tidak bisa diolah karena tercemar dan tidak memiliki debit air konsisten.

Palyja yang melayani sekitar 500 ribu pelanggan, harus bekerja keras menambah pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat Jakarta.

Mengambil air baku dari sungai bukan perkara mudah, beruntung, sejak 2015 lalu, kata Meyritha, Palyja menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) untuk mengolah air dari Sungai Krukut menjadi air bersih.

"MBBR merupakan teknologi khusus yang digunakan untuk menyaring polutan yang terlarut dalam air baku, seperti amonium. Polutan tersebut biasanya berasal dari kandungan sampah padat atau limbah rumah tangga yang terlarut pada sumber air baku," Jelas Meyritha.

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved