Roy Suryo: Kasihan Jokowi, Sudah Ada Limousine Baru tapi Masih Pakai Mobil Lama

Roy mengatakan, SBY yang belum menerima mobil dari negara selaku mantan presiden, malah dipersalahkan dan harus mengembalikan barang pinjaman.

Roy Suryo: Kasihan Jokowi, Sudah Ada Limousine Baru tapi Masih Pakai Mobil Lama
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Paspampres mengganti pelat nomor mobil kepresidenan, di sela acara pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden RI untuk periode jabatan 2014-2019, di Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengaku aneh dengan pemberitaan mobil RI 1 yang mogok di Kalimantan Barat, saat ditumpangi Presiden Joko Widodo.

Sebab, informasi tersebut dikaitkan dengan hak kendaraan bagi mantan presiden dan mantan wakil presiden, sesuai pasal 8 ayat 2 UU No 7 tahun 1978.

"Kasihan Presiden Joko Widodo kalau kendaraan resmi kenegaraannya sering trouble, tetapi lebih kasihan lagi Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), karena sebenarnya ada hak beliau yang termasuk kewajiban negara sesuai UU tadi," kata Roy melalui pesan singkat, Rabu (22/3/2017).

Baca: SBY Harusnya Dapat Toyota Camry, Bukan Mercedes Benz S600 Guard

Roy mengatakan, SBY yang belum menerima mobil dari negara selaku mantan presiden, malah dipersalahkan dan harus mengembalikan barang pinjaman. Apalagi, Presiden Jokowi sebenarnya sudah punya mobil baru, Mercedes S-600 Maybach Limousine, sekelas yang dimiliki Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud.

Baca: Pengadaan Mobil Baru Kepresidenan Mendesak karena Sering Mogok, Jokowi Bilang Enggak Usah

"Tapi mengapa masih naik mobil lama yang ujung-ujungnya mogok?" kata mantan Menpora ini.

Mengenai sikap SBY, Roy menuturkan Presiden keenam RI itu levelnya menangani urusan kenegarawanan saja.

Baca: Baru Dipakai SBY Sekitar 20 Menit, Mobil Kepresidenan Langsung Rusak

Roy menuturkan, SBY sempat mengirimkan pesan SMS yang ditujukan kepada Djoko Suyanto, Sudi Silalahi, dan Dipo Alam, agar tidak ada yang memanfaatkannya untuk hal-hal lain.

"Karena ini sebenarnya hanya masalah protokoler saja. Itu yang saya maksud kasihan Presiden Jokowi, sudah ada mobil limousine kenapa tetap dinaikkan mobil yang lama? Lebih kasihan lagi Pak SBY, jadi disebut-sebut, padahal justru itu hak beliau dari kewajiban negara berdasar UU," papar Roy. (*)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved