Malam Nanti Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Terkait Pembangunan Flyover Cipinang

Kendaraan dari arah Jalan Jatinegara yang menuju ke Cipinang Jaya kerap memotong jalan, meskipun situasi lalu lintas padat.

Malam Nanti Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Terkait Pembangunan Flyover Cipinang
Kompasiana.com
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai Kamis (23/3/2017) malam ini bakal melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, terkait proyek pembangunan jembatan layang Cipinang Lontar.

Kepala Seksi Lalu Lintas Sudin Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan, pada tahap awal, malam ini pihaknya akan menutup U-turn atau putaran jalan yang berada di Jalan Bekasi Timur, tepatnya di depan Lembaga Permasyarakatan Cipinang.

Selama ini, kata Eman, adanya dua putaran arah tersebut menjadi sebab penumpukan kendaraan dari arah Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju Jatinegara.

Kendaraan dari arah Jalan Jatinegara yang menuju ke Cipinang Jaya kerap memotong jalan, meskipun situasi lalu lintas padat. Begitu juga kendaraan dari Cipinang Jaya yang hendak memutar balik, kerap menghambat laju kendaraan lainnya.

Rencananya, penutupan akan dilakukan mulai sekitar pukul 22.00. Dua U Turn di sana ditutup menggunakan beton MCB. Pengguna jalan diimbau menaati peraturan.

"Penutupan ini dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan, karena adanya pembangunan Flyover Cipinang," kata Eman, Kamis (23/3/2017) pagi.

Pantauan Warta Kota, di lokasi tersebut sejumlah kendaraan berat sudah mulai mengerjakan pengeboran untuk pembuatan konstruksi jembatan layang. Lajur jalan Bus Trans Jakarta pun telah ditutup.

Eman menyebut, sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut sudah dilakukan sejak lama, melalui spanduk-spanduk yang terpasang di sekitar lokasi.

Terkait penutupan dua U-turn tersebut, kendaraan dari arah Stasiun Jatinegara tidak bisa lagi langsung belok kanan menuju Jalan Cipinang Jaya.

Kendaraan harus berjalan menuju Jalan I Gusti Ngurah Rai dan berputar di kawasan Kebon Singkong. Kendaraan dari arah Pondok Kopi juga tidak bisa berputar di U Turn depan Lapas Cipinang, melainkan harus berputar di depan Lapas Narkotika Cipinang.

Kata Kepala Bidang Jalan dan Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo, pembuatan flyover Cipinang Lontar bertujuan agar kendaraan tidak lagi melintasi perlintasan kereta api. Proyek tersebut dilakukan secara multiyears dan menelan biaya sebesar Rp 118 miliar. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help