WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ahok: Reklamasi Pantai Utara Jakarta Ide Pintar Pak Harto

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memuji kehebatan Presiden kedua Indonesia Soeharto, soal reklamasi pantai utara Jakarta.

Ahok: Reklamasi Pantai Utara Jakarta Ide Pintar Pak Harto
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai melayat di rumah Nenek Hindun, di Jalan Karet Karya, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017). 

WARTA KOTA, MENTENG - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memuji kehebatan Presiden kedua Indonesia Soeharto, soal reklamasi pantai utara Jakarta.

Hal itu diungkapkan Ahok, menanggapi wacana pesaingnya, Anies Baswedan, yang berjanji menghentikan mega proyek tersebut jika terpilih menjadi gubernur Jakarta. 

Baca: Pemprov DKI Banding Putusan PTUN Soal Izin Reklamasi, Sumarsono: Menang Kalah Nomor Dua

Menurutnya, program reklamasi pantai utara Jakarta dirancang sejak era Soeharto.

Pujian Ahok kepada Soeharto lantaran memiliki ide brilian menyelesaikan masalah di ibu kota. Sebab, kala itu kawasan pinggir laut Jakarta telah tercemar logam berat. 

Baca: Sejumlah Kalangan Kecewa karena 100 Persen Reklamasi Pasti Dihentikan Anies-Sandi

"Yang punya ide reklamasi itu adalah ide pintarnya Pak Harto tahun 90-an. Menurut saya, Pak Harto itu cerdas," kata Ahok kepada wartawan di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, pengerukan laut bukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 

Baca: Warga Menangkan Gugatan PTUN Soal Reklamasi, Ini Kata Ahok

Menurutnya, ini bagian dari program memangkas biaya kirim barang, sehingga nantinya harganya akan murah.

"Kalau (pelabuhan) Tanjung Priok tambah luas tambah besar, maka biaya logistik akan turun. Kalau logistik turun, berarti biaya kebutuhan sehari-hari kita akan turun," tuturnya.

Untuk itu, Ahok mengaku heran permasalahan reklamasi baru mulai ramai diperdebatkan.

Padahal, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tak pernah ada polemik seperti sekarang.

"Zaman Pak SBY dipelajari lagi, tapi di zaman itu ada enggak yang menolak reklamasi? Enggak. Jadi semuanya ini berdasarkan kajian, jadi bukan saya yang punya ide," jelas Ahok.

Soeharto menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan Perda Nomor 8 Tahun 1995, untuk menindaklanjuti persoalan yang diungkapkan Wiyogo Atmodarminto, (gubernur DKI Jakarta kala itu), yang menyampaikan bahwa reklamasi ke utara Jakarta dipilih karena perluasan ke arah selatan sudah tidak memungkinkan lagi. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help