Tito Karnavian Ungkap Putranya Sempat Jadi Korban Intoleransi di Amerika

Selama beberapa tahun terakhir, setiap kasus intoleransi atau kekerasan terhadap kelompok minoritas, bisa dibilang selalu sukses ditangani Polri.

Tito Karnavian Ungkap Putranya Sempat Jadi Korban Intoleransi di Amerika
Ambaranie Nadia K.M
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

WARTA KOTA, MENTENG - Selama beberapa tahun terakhir, setiap kasus intoleransi atau kekerasan terhadap kelompok minoritas, bisa dibilang selalu sukses ditangani Polri.

Namun siapa sangka, ternyata putra Kapolri Jenderal Tito Karnavian ternyata sempat jadi korban kejahatan serupa. 

Baca: Hary Tanoesoedibjo: Gaya Anies-Sandi Mirip Donald Trump, Semoga Nasibnya Sama

Kapolri dalam acara Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017) menuturkan, saat Donald Trump diumumkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 9 November 2016, putra Tito yang bersekolah di AS, mendapat ancaman. 

Baca: Larangan Imigran Muslim Dibatalkan Hakim, Donald Trump Sewot

"Di dormitory (asrama)-nya ada tulisan (yang mediskreditkan umat Islam), saya bilang enggak apa-apa, kamu ketemu rektornya, laporkan," ujar Tito Karnavian.

Tidak hanya itu, sang anak juga mengadu kebingungan jika hendak melaksanakan ibadah Salat Jumat, karena takut diintimidasi, yang saat itu marak terjadi di AS.

Kapolri menyarankan putranya untuk sementara menggelar salat di kamar masing-masing.

"Tapi setelah itu ada jaminan keamanan dari polisi setempat, baru boleh (melakukan aktivitas seperti biasa)," ungkapnya.

Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut tidak menjelaskan putranya yang mana yang menjadi korban intimidasi itu.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu memiliki tiga anak, dua di antaranya laki-laki, yakni Angga dan Oktavian. (*)

Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved