WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Sandiaga Bertekad Bantu Selesaikan Kasus Sahabatnya Meski Diduga Politis

Mungkin juga dipicu oleh politik, berbeda pilihan dan perseteruan ini, tadinya Sandiaga mau damaikan.

WARTA KOTA, MAMPANG PRAPATAN -- Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengaku, menyerahkan sepenuhnya pemanggilan dirinya oleh penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (21/3/2017) besok.

Menurut Sandiaga, dirinya menyimpulkan kasus tersebut merupakan kesalahpahaman dua orang sahabat yang sudah berteman lama.

"Mungkin juga dipicu oleh politik, berbeda pilihan dan perseteruan ini, tadinya saya mau damaikan," kata Sandi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Senin (20/3/2017).

Dikatakan Sandiaga, agenda dan situasi politik saat ini sudah membebani warga. Dirinya berharap, ada solusi di luar hukum terkait penyelesaian kasus tersebut.

"Karena, kalau dilihat kasusnya adalah kasus perseteruan biasa," ucapnya.

Terkait datang atau tidaknya pemanggilan tersebut, Sandiaga belum bisa memastikan lantaran padatnya agenda kampanye pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta saat ini.

"Saya lagi tanya sama tim hukum karena diperlukan untuk melengkapi dokumen-dokumen terus juga jadwal saya sudah padat sekali sampai di penghujung nanti 15 april, kita hanya punya waktu 29 hari lagi dari sekarang. Jadi, saya lagi konsultasi sama tim hukum karena nanti biar tim hukum yang menjelaskan posisi kami," ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun menyampaikan bakal menanggapi serius setiap kasus hukum yang diduga melibatkan dirinya.

Hal tersebut dibuktikannya ketika menghadiri pemeriksaan sebagai saksi di Polsek Tanah Abang, Jumat (17/3/2017) lalu.

"Saya menyikapi seluruh pemanggilan atau kasus itu sebagai sesuatu yang serius, tapi memang banyak yang menanggap ini lucu karena ini baru dilaporkan seminggu yang lalu, sudah langsung diproses. Sementara yang mas Anies Baswedan sampaikan kasus-kasus yang dia laporkan sudah sebulan lebih tidak ditindaklanjuti sama sekali," katanya.

Bahkan, Sandiaga menganggap pemanggilan kepolisian tersebut bentuk apresiasi pihak kepolisian yang bergerak cepat sesuai dengan ritme pilkada.

"Menurut saya, tentunya saya yakin seyakin yakinnya, haqul yakin bahwa saya tidak melanggar hukum, tidak pernah dalam melakukan kegiatan usaha itu mengambil hak-hak orang lain," ujarnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help