Risers Datsun Kunjungi Lokasi Persemedian Raja Bantimurung

Belasan risers atau pengguna mobil Datsun tersengal-sengal di Goa Batu, Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros.

Risers Datsun Kunjungi Lokasi Persemedian Raja Bantimurung
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. 

Setelah puas melihat bentuk stalaktit dan stalagmit, mereka menemukan sebuah lorong yang sangat sempit dengan lebar tak lebih dari satu meter.

Bahkan ketinggiannya hanya memiliki 50 sentimeter, sehingga mereka harus membungkuk di lorong sepanjang tiga meter itu.

"Kalau melewati lorong ini harus hati-hati, karena kalau tidak kepala akan membentur stalaktit yang ada di atas," kata Samsir.

Setelah melalui lorong, mereka tiba di tempat persemedian Karaeng Toakala.

Tempat persemediannya hanya bisa digunakan dengan cara duduk bersila.

Posisinya berada persis di bawah stalaktit dengan menempel di dinding goa berbahan tanah.

"Selama 40 hari dan 40 malam raja bersemedi di goa ini untuk memperoleh petunjuk sang pencipta," jelasnya.

Tidak hanya ada persemedian raja, di sana juga ada batu nazar. Masyarakat percaya, bila ada yang menulis keinginannya dan kemudian diikatkan di dekat batu itu maka harapannya bisa terkabul.

"Itu menurut cerita di sini, tapi kita kembalikan lagi ke keyakinan para pengunjung Goa Batu," katanya.

Salah seorang risers, Imam Sidik (26) mengaku telah tiga kali berkunjung ke objek wisata itu. Warga asli Makassar ini menuturkan, tidak pernah bosan berkunjung ke objek wisata ini, karena sangat menantang apalagi medan yang dilalui cukup berat.

"Sekalian olahraga berjalan kaki menuju ke goa, karena perjalanan cukup panjang," kata Imam.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help