WartaKota/

Risers Datsun Kunjungi Lokasi Persemedian Raja Bantimurung

Belasan risers atau pengguna mobil Datsun tersengal-sengal di Goa Batu, Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros.

Risers Datsun Kunjungi Lokasi Persemedian Raja Bantimurung
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. 

Air kiriman dari hulu tersebut begitu deras karena di sana dilanda hujan yang cukup tinggi.

Selama 20 menit berjalan kaki, mereka tiba di mulut Goa.

Di dalam gia lokasinya sangat gelap, sehingga harus membawa lampu jinjig atau portable milik pengelola tempat.

Wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini, dikenakan biaya Rp 30.000 sebagai jasa menyewa lampu jinjing.

Di sana juga terasa pengap dan lembab.

Selama perjalanan, mereka dipandu oleh warga lokal setempat bernama Samsir (35).

Datsun
Risers Datsun di Makassar.

Di mulut goa, risers menjumpai batu stalaktit atau batu yang menggantung di langit-langit gua kapur.

Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya.

"Tiap 40 tahun, panjang stalaktit bertambah satu sentimeter. Berbeda dengan negara India yang memerlukan waktu 60 tahun untuk menambah panjang satu sentimeter," ungkap Samsir di lokasi pada Senin (20/3).

Selain stalaktit, di sana juga ada stalagmit atau batu yang terbentuk secara vertikal, dari bawah ke atas. Stalagmit terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help