WartaKota/

Ratusan Supir Angkot Demo Kantor Wali Kota Bekasi

Angkot tersebut diparkir lantaran para supir tengah berdemo menolak penghapusan trayek hingga Bulan-Bulan dan Stasiun Bekasi.

Ratusan Supir Angkot Demo Kantor Wali Kota Bekasi
Acep Nazmudin
Ratusan Supir Angkot Demo Kantor Wali Kota Bekasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Ratusan Angkutan Kota (Angkot) rute Cikarang - Bekasi, diparkir di Jalan Ahmad Yani, Samping Selatan Kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017).

Angkot tersebut diparkir lantaran para supir tengah berdemo menolak penghapusan trayek hingga Bulan-Bulan dan Stasiun Bekasi.

Pantauan Warta Kota, sekitar 350 angkot jenis Elf dijajarkan rapi, dengan mengisi dua lajur sepanjang Jalan Ahmad Yani mulai dari pertigaan Jalan Ir Juanda hingga halaman kantor Samsat Bekasi.

Aksi demonstrasi ini, membuat kendaraan yang melintas di jalan Ahmad Yani dan flyover Sumarecon tersendat.

Ucok Pardede (54) mengatakan, para supir datang ke Kantor Wali Kota untuk meminta pertanggungjawaban dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

"Kita maunya diperbolehkan lagi ambil penumpang di depan Stasiun Bekasi, karena kalau hanya sampai Terminal tidak ada penumpang," kata Ucok kepada Warta Kota, Selasa (21/3/2017).

Ucok mengatakan, sejak dilarang beroperasi hingga ke Stasiun Bekasi, penghasilannya merosot tajam, bahkan berkali-kali tidak dapat pemasukan.

"Memang ada kebijakan uang setoran dikurangi Rp100 ribu sama bos, tapi tetap saja, buat ngopi ngerokok saja tidak ada, narik dari Terminal doang sama aja bunuh diri, banyak siangannya" kata dia lagi.

Ucok mengatakan, ini adalah aksi ketika yang dilakukan sepanjang Februari dan Maret.

Rencananya mereka akan bertahan di halaman Kantor Wali Kota sampai Rahmat Effendi menemui Mereka.

Selain supir angkot, demo juga dilakukan oleh para korban penggusuran Pekayon Jaya dan Jakasetia. Ibu-ibu serta anak-anak berbaur dengan para supir di halaman Kantor Wali Kota.

"Kita hanya minta pertanggungjawaban atas penggusuran rumah-rumah kami, mana janjimu Wali Kota," kata salah satu orator, Hikmat.

Hingga saat ini, aksi demonstrasi masih berlangsung, meski tidak lagi berorasi namun massa masih bertahan di halaman samping Gedung Wali Kota, mereka duduk-duduk dan memutar lagu dangdut untuk menghibur diri.  IAcep Nazmudin)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help