Petani Kendeng Tak Percaya Ganjar Pranowo Lagi

Puluhan petani asal Pegunungan Kendeng masih melanjutkan aksi mengecor kakinya sendiri di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat.

Petani Kendeng Tak Percaya Ganjar Pranowo Lagi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Aksi mengecor kaki petani asal Pegunungan Kendeng di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR - Puluhan petani asal Pegunungan Kendeng masih melanjutkan aksi mengecor kakinya sendiri di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat.

Senin (20/3/2017) kemarin merupakan hari kedelapan aksi para petani Kendeng, untuk menuntutu pabrik semen di daerah mereka ditutup.

Joko Prianto selaku Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menuturkan, gugatan sempat dilayangkan oleh para petani di pengadilan terkait penolakan dibukanya pabrik semen di daerah Kendeng.

Bahkan, ia mengklaim gugatan tersebut dimenangkan oleh pihaknya. Meskipun begitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengeluarkan izin baru terkait pengoperasian pabrik semen.

Didasari dengan kekecewaan itu, puluhan warga Kendang mendatangi Jakarta agar aspirasi bisa langsung didengarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu karena mereka merasa bahwa Ganjar tidak bisa mengakomodasi keinginan masyarakat Kendeng.

"Kami sudah tidak percaya lagi kepada Gubernur Jawa Tengah," kata Joko di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

Pada 5 Oktober 2016, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan peninjauan kembali yang intinya mengabulkan gugatan Petani Kendeng, dan mencabut izin lingkungan pembangunan dan pertambangan pabrik semen.

Kemudian, pada 2 Agustus 2016, Jokowi menerima petani dan memerintahkan Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk membuat kajian lingkungan hidup strategis dan menunda izin tambang di pegunungan Kendeng.

Kendati demikian, sudah ada putusan pengadilan serta perintah presiden untuk menghentikan penambangan. Namun pada 23 Februari 2017, Ganjar malah mengeluarkan izin lingkungan kembali. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help