WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Asusila

LPAI Harapkan Kepolisian Perlihatkan Identitas Pelaku Paedofilia

Reza Indragiri Amriel tidak ikhlas bila para pelaku paedofilia kasus cyber pornografi melalui akun Facebook hanya dikenakan Pasal UUD ITE.

LPAI Harapkan Kepolisian Perlihatkan Identitas Pelaku Paedofilia
Tribunnews.com
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri Amriel mengaku tidak ikhlas apabila para pelaku paedofilia kasus cyber pornografi melalui akun Facebook Official Loli Candy's Group hanya dikenakan Pasal UUD ITE atau Pasal Kejahatan Cyber.

"Kami ingin para pelaku diberikan pemberatan yang sempurna dengan pasal berlapis, caranya memastikan bahwa petugas di kepolisian langkah penanganan yang luar biasa," ujarnya saat ditemui di Sekertariat KPAI, Jalan Tengku Umar Nomor 10-12, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, (21/3/2017).

Bahkan dirinya menginginkan agar pihak kepolisian memperlihatkan wajah dan identitas para pelaku lantaran kejahatan yang dilakukan para dinilai olehnya merupakan kejahatan luar biasa, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Seluruh tersangka dibuka muka dan identitasnya," ungkap Reza.

Hal tersebut dilakukan agar para orang tua yang merasa bahwa anak-anaknya juga menjadi korban dari perbuatan bejat itu bisa turut melaporkan ke pihak kepolisian.

"Sehingga semakin banyak masyarakat lihat dan melapor, sehingga memperkuat keyakinan polri dan  kejaksaan untuk mengajukan tuntutan semaksimal mungkin. Kami juga berharap sebagaimana janji bapak Kapolda, kami berharap bisa memberikan laporan secara berkala kepada masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, kasus dugaan kejahatan seksual terhadap anak yang diunggah ke grup facebook Official Loli Candy's Group saat ini sedang ditangani oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Berdasarkan dari kepolisian, ada delapan anak-anak yang menjadi korban. Korban yang teridentifikasi berinisial, NNF (12), YAM (8), AQL (3), WD (8), ML (4), FSK (6), AF (5), dan RK (5). Kedelapan korban tersebut merupakan anak perempuan di bawah umur.

Hal tersebut ditelisik dari sejumlah foto dan video kejahatan seksual terhadap anak-anak yang diunggah group media sosial tersebut.

Adapun tersangka yang sudah diamankan diketahui berinisial WW, (27), DS (24), DF (17), dan SHDW (16) yang diketahui berperan sebaga admin dan member grup.

Para pelaku pun dijerat Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/ atau Pasal 4 ayat (1) Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornofgrafi dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun. (Rangga Baskoro)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help