WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Asusila

KPAI Rencanakan Panggil Pihak Facebook Terkait Kasus Paedofilia di Jejaring Sosial

Ketua KPAI Asrorun Nia'am Sholeh menegaskan akan memanggil pihak Facebook guna dimintai pertanggunganjawab terkait kasus cyber pornografi melalui ak

KPAI Rencanakan Panggil Pihak Facebook Terkait Kasus Paedofilia di Jejaring Sosial
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Nia'am Sholeh, menegaskan akan memanggil pihak Facebook guna dimintai pertanggunganjawab terkait kasus cyber pornografi melalui akun Facebook Official Loli Candy's Group.

"Kita akan minta pertanggungjawaban Facebook sebagai rumah dari kasus Official Loli Candy's Group," kata Asrorun, di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

Asrorun menambahkan, kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak dengan mempergunakan media Facebook kerap terjadi.

Untuk itu pihaknya bakal meminta Facebook untuk mulai melakukan pengetatan dan pemantauan terhadap proses aplikasi dengan cara melakukan cyber patroli.

"Pelanggarannya undang-undang menggunakan sejenis Facebook bukan sekali saja, beberapa waktu lalu Polri juga sempat menangani kasus yang menggunakan Facebook. Jadi perlu pencegahan dan KPAI melihat opsi lain dengan cara membangun kesadaran bersama," tuturnya.

Sebelumnya, kasus dugaan kejahatan seksual terhadap anak yang diunggah ke grup facebook Official Loli Candy's Group saat ini sedang ditangani oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Berdasarkan dari kepolisian, ada delapan anak-anak yang menjadi korban. Korban yang teridentifikasi berinisial, NNF (12), YAM (8), AQL (3), WD (8), ML (4), FSK (6), AF (5), dan RK (5). Kedelapan korban tersebut merupakan anak perempuan di bawah umur.

Hal tersebut ditelisik dari sejumlah foto dan video kejahatan seksual terhadap anak-anak yang diunggah group media sosial tersebut.

Adapun tersangka yang sudah diamankan diketahui berinisial WW, (27), DS (24), DF (17), dan SHDW (16) yang diketahui berperan sebaga admin dan member grup.

Para pelaku pun dijerat Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/ atau Pasal 4 ayat (1) Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornofgrafi dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun. (Rangga Baskoro)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help