Home »

News

» Jakarta

Ketua Majelis Hakim Tawarkan Sidang Ahok Digelar 2 Kali Seminggu

Namun, masih ada ahli di luar BAP yang jumlahnya mencapai belasan orang untuk dihadirkan ke persidangan dalam sidang selanjutnya.

Ketua Majelis Hakim Tawarkan Sidang Ahok Digelar 2 Kali Seminggu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI - Gubenur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1/2017). 

WARTA KOTA, PASARMINGGU - Dwiarso Budi Santiarto, ketua majelis hakim sidang kasus dugaan penistaan agama, menawarkan proses sidang dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu digelar dua kali seminggu. Pasalnya, sidang tersebut ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan.

Awalnya, sebelum sidang lanjutan dimulai, Dwiarso menanyakan pada kuasa hukum Ahok jumlah saksi ahli yang masih akan dihadirkan. Majelis hakim mengingatkan kuasa hukum untuk mempercepat proses pembuktian.

"Rencananya kita selesai sidang pembuktian dua kali sidang lagi," ujar Dwiarso di ruang sidang Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Salah satu tim penasihat Ahok menjawab, ada tiga ahli yang akan dihadirkan pihaknya hari ini. Namun, masih ada ahli di luar BAP yang jumlahnya mencapai belasan orang untuk dihadirkan ke persidangan dalam sidang selanjutnya.

"Hari ini tiga, minggu depan tiga. Lima belas (ahli) di luar berkas," tutur salah satu penasihat hukum Ahok.

Dwiarso meminta, tim penasihat hukum Ahok untuk bisa menghadirkan semua ahlinya dalam waktu persidangan selama dua minggu ini. Bila sidang digelar seminggu sekali pada hari Selasa dengan ahli sebanyak itu, maka dua kali persidangan akan memakan waktu hingga tengah malam.

Dwiarso kemudian menawarkan pilihan, apakah tim penasihat hukum Ahok mau bila persidangan digelar seminggu dua kali bila tak ingin mengikuti persidangan hingga larut malam. Hakim ingin sidang perkara ini bisa diputus sebelum bulan suci Ramadhan pada akhir bulan Mei 2017 sesuai musyawarah yang dilakukan majelis hakim.

Baca: Jalan RM Harsono Kembali Ditutup, Dibuka Kembali Saat Massa Membubarkan Diri

Apalagi persidangan tidak boleh berjalan lebih dari lima bulan lamanya berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung.

"Untuk menghemat waktu. Mau kita sidang sampai jam 12 malam? Atau seminggu dua kali sidang?" tanya Dwiarso.

Tim penasihat hukum Ahok pun menyetujui agar sidang digelar seminggu dua kali, bukan satu kali seminggu seperti biasanya. Meski begitu, mereka masih ingin melakukan perundingan untuk menghadirkan siapa-siapa saja ahli mereka dalam persidangan.

Lantas Dwiarso pun membolehkan hal itu. Pihaknya akan memberikan kalender sidang yang telah mereka susun agar tim penasihat hukum Ahok bisa menentukan siapa-siapa ahli mereka yang akan dihadirkan ke persidangan selanjutnya.

Dia pun mengingatkan, banyak ahli bukan berarti apa-apa. Ahli yang jadi pertimbangan majelis hakim itu ahli yang berbobot, bukan karena banyaknya ahli yang mereka hadirkan dalam persidangan.

"Kami memberikan kesempatan, apa yang kami sampaikan tak mengurangi hak saudara mengajaukan pembelaan, yang dipertimbangkan majelis ini bukan banyak-banyakan (ahli), tapi mutu bobot ahli," kata Dwiarso.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help