WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Jelang Pulang ke Kampung Halaman, Peserta Aksi Mengecor Kaki Meninggal Dunia

"Dugaan sementara, dokter menyatakan bahwa Bu Patmi meninggal karena serangan jantung," ucapnya.

Jelang Pulang ke Kampung Halaman, Peserta Aksi Mengecor Kaki Meninggal Dunia
Rangga Baskoro
Sejumlah peserta aksi mengecor kaki saat berdoa bersama atas meninggalnya salah satu peserta aksi, Patmi (45), yang diduga karena terserang sakit jantung, Selasa (21/3) dini hari. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, MENTENG -- Patmi (45) peserta aksi #DipasungSemen2, menghembuskan napas terakhir setelah selama delapan hari melakukan aksi demi dicabutnya izin perusahaan semen yang beroperasi di daerah Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

Patmi yang berasal dari Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, awalnya masuk dalam daftar peserta aksi yang dijadwalkan pulang pagi ini.

Namun dini hari tadi, Patmi mengeluhkan sakit-sakit di sekujur badan setelah mandi.

"Cor kaki Bu Patmi dan teman-teman (petani Kendeng) yang lain sudah dibuka setelah melakukan aksi di hari kedelapan, kemarin malam. Namun 02:30 Selasa (21/3) dini hari, setelah mandi, Bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah," kata Sobirin, perwakilan dari Desantara, di kantor LBH Jakarta, Menteng, Selasa (21/3).

Dokter mendampingi dan bertugas merawat petani-petani Kendeng segera membawa Patmi ke Rumah Sakit St. Carolus, Salemba.

Namun ketika sampai disana, tepat pada jam 02.55, Patmi dinyatakan meninggal dunia.

"Dugaan sementara, dokter menyatakan bahwa Bu Patmi meninggal karena serangan jantung," ucapnya.

Jenazah Patmi dibawa ke kampung halamannya pagi tadi. Kepulangannya diiringi oleh 49 petani Kendeng yang lain.

Sedangkan aksi yang hingga kini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak istana akan dilanjutkan oleh peserta lain yang berasal dari aktivis-aktivis.

Sebelumnya, Puluhan petani asal Pegunungan Kendeng melakukan aksi mencor kakinya sendiri di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, sejak Senin (13/3).

Aksi tersebut merupakan bagian dari upaya agar pabrik semen yang beroperasi di daerahnya ditutup. (m8)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help