Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Hingga Putaran Kedua, Sandi Keluarkan Dana Kampanye Rp 60 Miliar

Cawagub DKI Sandiaga Uno kembali melaporkan perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara kepada KPK pada Selasa (21/3/2017) siang.

Hingga Putaran Kedua, Sandi Keluarkan Dana Kampanye Rp 60 Miliar
Warta Kota/Dwi Rizki
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno kembali melaporkan perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Selasa (21/3/2017) siang. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno kembali melaporkan perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (21/3/2017) siang.

Dalam laporan tersebut dirinya telah mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 60 miliar hingga putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Didampingi pasangannya, Anies Rasyid Baswedan dan mantan Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, Sandi menyebutkan maksud kedatangannya sebagai bukti transparansi dan sikap anti korupsi selaku calon pejabat negara.

Sebab laporan kekayaannya terus berubah, seiring dengan perkembangan nilai surat berharga yang dimilikinya sejak dilaporkan pada awal masa kampanye putaran pertama, yakni tanggal 29 September 2016 lalu. 

Dalam laporan tersebut tercatat, harta kekayaan suami Nur Asia itu mencapai sebesar Rp 3,856 triliun dan USD 10,35, sedangkan Anies sebesar Rp 7,3 miliar dan USD 8,893.

Selain berubah karena fluktuasi nilai  surat berharga, perubahan juga disebabkan dari pengeluaran dana kampanye sejak putaran pertama dan kedua. 

Tercatat, dana pengeluaran pribadi Sandi untuk kampanye sejak Oktober 2016 hingga Februari 2017 mencapai Rp 62,4 miliar, sedangkan Anies sebesar Rp 400 juta.

Dana tersebut digunakan untuk pembuatan kampanye mulai dari pembelian alat peraga kampanye hingga kunjungan Anies-Sandi ke sejumlah pelosok Ibu Kota. 

"Hari ini kami didampingi pak Pandu untuk melaporkan LHKPN terbaru dari bang Sandi, saya tidak, karena dilaporan sebelumnya ada perubahan," ungkap Anies kepada wartawan di KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (21/3/2017) siang. 

"(Pelaporan LHKPN) terkait naiknya nilai surat-surat berharga yang kebetulan kami catatkan sebagai investasi yang sudah dilakukan saat saya memulai usaha, kedua pengeluaran dana kampanye tiga bulan sampai 31 Desember 2016 kemarin. Jumlahnya biar teman-teman di KPK dan KPUD (DKI Jakarta) yang memberitahukan," jelas Sandi menambahkan. 

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help