WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Sidang Ahok

Harus Selesai Sebelum Bulan Puasa, Sidang Ahok Bakal Digelar Dua Kali Seminggu

Perdebatan pun terjadi setelah tim penasihat hukum meminta majelis hakim menambah waktu persidangan.

Harus Selesai Sebelum Bulan Puasa, Sidang Ahok Bakal Digelar Dua Kali Seminggu
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ahok dan Prof Edward (berkemeja biru) memberi keterangan kepada media seusai sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara berharap persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, bisa berjalan sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA), yakni tidak lebih dari lima bulan.

Saat membuka sidang ke-15 di Auditorium Kementerian Pertanian, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto baru mengetahui masih ada sekitar 18 saksi yang akan diajukan tim pengacara terdakwa.

Perdebatan pun terjadi setelah tim penasihat hukum meminta majelis hakim menambah waktu persidangan. Alasannya, terdakwa masih memiliki saksi-saksi untuk dihadirkan di persidangan.

Namun, permintaan itu ditolak majelis hakim. Majelis hakim menyatakan, persidangan tidak bisa lagi ditambah waktunya. Karena, sudah ada kesepakatan bahwa perkara itu harus diputus sebelum memasuki Ramadan, alias maksimal lima bulan saja.

"Sebelum puasa sudah putus, diusahakan tidak melewati lima bulan. Itu yang sudah dimusyawarahkan majelis," kata Dwiarso dalam persidangan, Selasa (21/3/2017).

Menurut majelis hakim, banyak pertimbangan yang mengharuskan majelis segera memutuskan perkara tersebut sebelum bulan puasa. Salah satunya, terkait sewa gedung persidangan dan kondisi arus lalu lintas yang kerap macet setiap kali sidang digelar.

Perdebatan itu akhirnya mereda setelah penasihat hukum Ahok menyatakan mengikuti semua keputusan yang telah ditetapkan majelis hakim.

"Kita bersidang maraton, dua kali per minggu. Soalnya kita dibatasi SEMA sidang tidak boleh dari lima bulan, sebelum puasa kalau bisa kita sudah putus. Kita juga kan gedung ini gedung orang, dan kita banyak diprotes masyarakat karena macet dan sebagainya," tutur Dwiarso. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help