WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Alasan Ahok-Djarot Kalah dari Anies-Sandi​ Versi LSI Denny JA

"Mayoritas pengguna medsos menilai Ahok menista agama Islam terkait dengan pernyataannya tentang Al Maidah Ayat 51," kata Rully di kantor LSI Denny JA

Alasan Ahok-Djarot Kalah dari Anies-Sandi​ Versi LSI Denny JA
WARTA KOTA/Faizal Rapsanjani
Rilis hasil survei LSI Denny JA, soal pengguna media sosial di Pilkada DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Faizal Rapsanjani

WARTA KOTA, PULOGADUNG -- Lembaga peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan survei yang menyatakan, hampir semua pengguna media sosial memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ketimbang petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, menerangkan salah satu faktor keunggulan Anies-Sandi ketimbang Ahok-Djarot yakni‎ pengguna medsos terluka dengan kasus penistaan Al Maidah Ayat 51.

Baca: Kiai Ahmad: Sikap Keagamaan MUI Pemicu Bergulirnya Kasus Ahok

"Mayoritas pengguna medsos menilai Ahok menista agama Islam terkait dengan pernyataannya tentang Al Maidah Ayat 51," kata Rully di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/3/2017).

Sebanyak 56,0 persen pemilih di Ibu Kota yang menggunakan media sosial, menilai pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu merupakan bentuk penistaan agama.

Baca: Anies-Sandi Ungguli Ahok-Djarot di Media Sosial

"Hanya sebesar 31,40 persen yang menyatakan bukan penistaan agama," imbuhnya.

Rully menyebut faktor adanya keinginan konstituen pemain medsos terhadap pemimpin Ibu Kota pendatang baru ketimbang calon petahana.

"Dari pengguna medsos, sebesar 54,33 persen menyatakan mereka ingin punya gubernur baru. Hanya sebesar 39,47 persen yang menyatakan tetap ingin gubernur lama," kata Rully.

Pun perolehan suara petahana bisa‎ jeblok berdasarkan survei pengguna medsos oleh LSI Denny JA yaitu, pengguna medsos merasa tak nyaman dengan status Ahok sebagai terdakwa kasus penistaan agama.

Sebesar 58,25 persen dari para pengguna medsos menyatakan bahwa mereka tidak rela gubernur Jakarta dipimpin oleh sosok yang menyandang status terdakwa.

"Hanya sebesar 28,45 persen dari para pengguna medsos yang tidak mempersoalkan status tersangkanya Ahok jika terpilih kembali menjadi gubernur," tandasnya.

Survei terhadap pengguna medsos oleh LSI Denny JA dilakukan pada 27 Februari-3 Maret 2017 di Jakarta. Survei ini dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden.

Responden sendiri dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus berada pada angka 4,8 persen. (M12)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help