Zaenal Beta, Penemu Seni Lukis Tanah Liat Asal Makassar

Dengan tatapan sayu, Zaenal Beta (56) mencoba menyelesaikan gambar rumah adat suku Toraja, Tongkonan.

Zaenal Beta, Penemu Seni Lukis Tanah Liat Asal Makassar
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Zaenal Beta (56), pelukis dengan media tanah liat, di Museum La Galigo, Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/3/2017). 

WARTA KOTA, MAKASSAR - Tangan kidalnya mengarsir guratan tanah liat di kertas ukuran A4.

Dengan tatapan sayu, Zaenal Beta (56) mencoba menyelesaikan gambar rumah adat suku Toraja, Tongkonan. Hanya dalam waktu tiga menit, warga Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar ini mampu menyelesaikan gambar itu.

Zaenal melukis Tongkonan tanpa contoh potret, tapi mengandalkan daya ingat. Dia mengaku tidak kesulitan, karena bentuk dan lekukan rumah Tongkonan sudah hafal di luar kepala.

Pria lulusan SMP ini begitu fasih melukis Tongkonan, karena sudah puluhan tahun menjadi pelukis dengan media tanah liat.

"Sudah 36 tahun saya menjadi pelukis tanah liat dengan berbagai jenis gambar," kata Zaenal di Museum La Galigo, Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/3/2017).

Zaenal menjelaskan, melukis dengan tanah liat cukup menantang, utamanya dalam segi waktu. Pelukis harus bergerak cepat dalam menuangkan guratan, sebelum tanah liat yang ada di kertas mengering.

Namun bila kering, sebetulnya bisa diakali dengan membasahi titik lukis menggunakan air secukupnya. Hanya, bila terlalu banyak air, tanah liat akan menjadi lebih tipis dan kertas rawan robek.

"Melukis dengan tanah liat harus fokus dan diutamakan diselesaikan dalam sekali kegiatan," imbuhnya.

Di dunia seni lukis, nama Zaenal Beta sudah tidak asing lagi. Dia bahkan dijuluki maestro oleh para pelukis yang ada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sejak 1986.

Tidak hanya itu, hasil karyanya juga sudah mengorbit ke negara-negara eropa seperti Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan sebagainya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help