WartaKota/
Home »

Video

VIDEO: Datsun Risers Expedition Tampilkan Seni Sinlirik Makassar

Di Makassar, DRE 2 menunjuk seni budaya sinrilik dari Sanggar Sirajuddin Gowa. Sinrilik merupakan karya sastra Makassar yang berbentuk prosa

WARTA KOTA, JAKARTA PT Nissan Motor Indonesia merampungkan Datsun Risers Expedition (DRE) 2 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (20/3). Selain mengeksplor kekayaan nusantara, para pengguna mobil Datsun Go dan Go+Panca yang akrab disapa risers juga disuguhkan keberadaan pahlawan lokal (local hero) yang berjuang dalam mempertahankan kebudayaan.

Di Makassar, DRE 2 menunjuk seni budaya sinrilik dari Sanggar Sirajuddin Gowa. Sinrilik merupakan karya sastra Makassar yang berbentuk prosa dalam penyampaiannya kepada para penonton. Seni budaya ini dianggap perlu ditonjolkan karena mulai ditinggalkan, terutama pada kaum muda.

Apalagi ketika wafatnya sang maestro sinrilik, Sirajudin Bantang. Seni bertutur dalam menyampaikan nasihat ini seolah pudar. "Kami sangat bersyukur dengan ajakan Datsun ini. Kami berharap, masyarakat tahu bahwa Makassar memiliki kebudayaan sinrilik yang patut dilestarikan," kata Rukantiana Khrisna Ningssih (63), istri Sirajudin Bantang di Hotel Aston, Makassar pada Minggu (19/3) malam.

Rukantiana menjelaskan, sinrilik merupakan kesenian tutur yang dalam penyampaiannya terdapat petuah, nasihat dan pesan penting. Gagasan yang disampaikan oleh penutur atau pasinrilik, kata dia, diperoleh dari para tetua atau tokoh di lingkungan setempat. "Sinrilik memiliki kekuatan yang besar terhadap perkembangan generasi muda, karena selalu ada pesan dan nasihat dalam setiap bertutur," ujarnya.

Baca: VIDEO: Nikita Mirzani Mau Nikah Umur 35

Keunikan lainnya, kata dia, seni sinrilik juga tidak diiringi oleh nada atau not yang mengikat, sehingga pesan yang disampaikan itu menggunakan perasaan (feeling) dari si pasinrilik. Biasanya penutur akan menyampaikan pesan yang diiringi oleh alat musik kesok-kesok, gong dan puwi-puwi. "Pasinrilik harus mahir dalam mengetahui irama ketika dia ingin menyampaikan pesan. Kalau tidak bisa bermain feeling, penyampaian pesan tidak akan maksimal," ungkapnya.

Atas kerumitan itu, seni budaya asal Makassar ini hampir dilupakan. Padahal kesenian ini telah dibawa ke Afrika Selatan dan Kanada pada tahun 1993 dan 1986 silam. "Suami saya pernah membawakan kesenian ini di sana, orang sana saja tahu seni sinrilik. Harusnya masyarakat Indonesia bisa lebih memahaminya," kata dia.

Head of Marketing Datsun Business Unit PT Nissan Motor Distributor Indonesia, Christian Abraham Gandawinata mengatakan, DRE 2 kali ini bisa menjadi ajang uji coba kekuatan dan ketahanan mobil Datsun. Sebab empat mobil yang dioperasikan pernah dipakai dalam ekspedisi sebelumnya di Aceh, Lampung, Cirebon dan Malang dengan jarak 15.000 kilometer.

Baca: VIDEO: Bank Sampah di Jakarta Kumpulkan Kas Rp 100 Juta

Dalam acara DRE 2 yang terakhir ini, pihaknya lebih memilih Kota Makassar karena memiliki kekayaan alam yang luar biasa. "Kami ingin menunjukkan kearifan lokal yang ada di Makassar kepada masyarakat sekaligus membuktikan ketangguhan Datsun," kata Christian. "Selain itu, medan dan kontur jalan di Makassar juga berbukit sehingga patut dicoba," tambahnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya mengajak seni sanrilik dalam memerkan kesenian asli daerah. Kesenian sinrilik perlu diangkat agar masyarakat tahu bahwa Indonesia memiliki seni budaya sinrilik di Makassar. Apalagi, kata dia, pesan yang disampaikan oleh pasinrilik berisi petuah dan pesan penting terhadap generasi muda. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help