WartaKota/
Home »

Seleb

» Musik

Sudah Setahun, Martin Carter Bingung Laporannya Terhadap Diva Karaoke Terkatung-Katung

Martin Carter merasa heran laporannya terhadap Diva Karaoke ke Polda Metro Jaya berjalan tidak sesuai harapan.

Sudah Setahun, Martin Carter Bingung Laporannya Terhadap Diva Karaoke Terkatung-Katung
Kompas.com
Ilustrasi

WARTA KOTA, PALMERAH - Martin Carter merasa heran laporannya terhadap Diva Karaoke ke Polda Metro Jaya berjalan tidak sesuai harapan.

Hingga kini, Martin menyebut belum ada kejelasan terhadap kasus itu. Bahkan, proses penyelidikan pun tidak ada kelanjutannya.

Padahal, laporan terhadap rumah karaoke yang disebut-sebut milik Rossa itu sudah dilakukan sejak satu tahun silam.

Martin melaporkan Diva Karaoke terkait lagu miliknya yang berjudul 'Aku Mencintaimu', karena sudah tanpa izin memutar lagu tersebut di jaringan karaokenya.

"Saya heran kok kasus saya bisa terkatung-katung seperti ini. Padahal saya punya bukti-bukti yang jelas lho," kata Martin, saat dihubungi beberapa hari lalu.

Martin mengatakan, kasus antara dia dan Diva Karaoke berawal ketika dirinya menciptakan lagu 'Aku Mencintaimu' yang belakangan diunggah ke YouTube. Namun, tanpa adanya izin atau pembicaraan, Diva Karoke mengomersilkan lagu tersebut lewat jaringan karaoke yang dimiliki.

"Makanya saya merasa karya saya dicuri. Yang jadi pertanyaan, Diva Karaoke ini pencurinya atau sebagai penadah? Kok tiba-tiba karya saya ada sama mereka?" ujar Martin.

Martin tidak terima dengan perlakuan Diva Karaoke, mengingat proses pembuatan lagu tersebut cukup sulit dan memakan waktu.

"Coba kamu bayangkan, kamu capek-capek bikin lagu, bikin video klip, tahu-tahu ada orang yang ngambil itu lagu tanpa izin. Saya sakit hati sekali," ungkapnya.

Martin yang mengaku pernah memergoki karyanya dipajang di salah satu gerai Diva Karaoke, berjanji akan membeberkan semuanya. Ia tidak akan berhenti sampai mendapatkan keadilan atas kasus yang dialaminya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help