Home »

News

» Jakarta

Polres Jakbar Dilaporkan ke Komnas HAM, tapi Korban Sebut Dibotaki untuk Buang Sial

Polres Metro Jakarta Barat bereaksi menanggapi pelaporan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ke Komnas HAM.

Polres Jakbar Dilaporkan ke Komnas HAM, tapi Korban Sebut Dibotaki untuk Buang Sial
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Rubby, sebelah kiri, rambutnya dibotaki untuk buang sial. 

Selanjutnya, terkait salat menggunalan celana pendek, Peggy mengaku saat itu dia tidak mengetahui Polres Jakarta Barat menyediakan sarung.

Dia langsung salat karena waktu salat akan habis.

"Saya menggunakan celana pendek karena kepepet. Saat itu, waktunya sudah mau habis," kata Peggy.

Peggy pun menyebut tak ada diskriminasi atau perpeloncoan. Dia diperlakukan dengan baik.

"Tidak ada. Saya tidak menyuruh seseorang untuk melaporkan (ke Komnas HAM)," ujar Peggy.

Wakapolres Metro Jakbar, AKBP Adex saat memimpin jumpa pers klarifikasi dari Rubby terkait perpeloncoan di ruang tahanan Polres Metro Jakbar.
Wakapolres Metro Jakbar, AKBP Adex saat memimpin jumpa pers klarifikasi dari Rubby terkait perpeloncoan di ruang tahanan Polres Metro Jakbar. (Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Kasus pemukulan Iwan dilakukan pada Senin (15/3) pukul 22.00 WIB di Tambora, Jakarta Barat.

Polisi sudah menahan Peggy dan memasukan ID dan AN sebagai DPO, pelaku lainnya.

Sementara, tim kuasa hukum Rubby Peggy sudah mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Metro Jakarta Barat.

"Tadi, sudah mengajukan tapi ada beberapa berkas yang kurang lengkap," ujar tim kuasa hukum Peggy Helmi Jufri kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Senin (20/3/2017).

Tim kuasa hukum mendatangi Mapolres Jakarta Barat bersama ibunda Peggy, Euis Herlinawati sekitar pukul 11.00 WIB.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help