WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Polisi Tangkap Enam Provokator Tawuran di Jakarta Timur

Mereka mau diakui paling hebat. Sok jagoan. Karena tidak ada yang mengalah, maka terjadinya tawuran.

Polisi Tangkap Enam Provokator Tawuran di Jakarta Timur
Warta Kota/Andika Panduwinata
Polisi telah meringkus sejumlah provokator tawuran di wilayah Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Sejumlah titik di Jakarta Timur masih rawan menjadi lokasi tawuran.

Permasalahan sosial ini pun terus terjadi meski telah dilakukan beberapa upaya baik oleh pihak kepolisian maupun pemerintahan setempat.

Dalam sepekan saja, terjadi tiga kali aksi tawuran.

Peristiwa tersebut terjadi Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Kampung Pulo dan TPU Prumpung, Jatinegara. 

Kondisi tersebut membuat petugas Kepolisian Resor Jakarta Timur, gerah.

Pemburuan terhadap oknum provokator pun dilakukan.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo menegaskan, pihaknya telah mengamankan sebanyak enam orang diduga provokator aksi tawuran tersebut.

"Enam pelaku tawuran diamankan petugas Polsek Jatinegara. Mereka masih berusia belasan tahun. Sampai saat ini pemeriksaan masih dilakukan. Kami ingin mengetahui apakah oknum yang kami amankan berperan provokator atau tidak," kata Andry, Senin (20/3/2017).

Menurut Andry, penyebab tawuran umumnya karena masalah sepele seperti saling ejek satu sama lain, dendam lama dari generasi sebelumnya, ataupun dipengaruhi dengan minuman keras. 

"Mereka mau diakui paling hebat. Sok jagoan. Karena tidak ada yang mengalah, maka terjadinya tawuran," ujarnya.

Andry menambahkan, ia telah memerintahkan seluruh anggota polisi Jakarta Timur bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang terlibat aksi tawuran.

"Jika ada tawuran, mau tidak mau harus selesai dalam waktu 1x24 jam. Kedua belah pihak harus damai, dan tidak mengulanginya lagi. Jika tidak, maka sanksi tegas akan diberikan. Seperti kurungan penjara. Tidak peduli golongan usia" tegasnya. 

Hal tersebut dilakukan agar polemik tersebut tidak berlarut - larut. Pasalnya tawuran bukan peperangan. Oleh karena itu harus segera diselesaikan dengan cepat. Sebab kalau tidak dirinya khawatir akan menimbulkan dendam, yang dapat mempengaruhi psikologis anak. 

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Andry, pengawasan diperketat. Tim khusus penanganan tawuran telah terbentuk. Pihaknya tinggal memperdayakan tim tersebut.

Upaya pembuatan posko pemantau tawuran juga telah dilakukan di daerah rawan tawuran seperti sekitar fly over Pasar Rebo. Termasuk dengan menggandeng Mitra Polri maupun organisasi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sebagai upaya pencegahan dini aksi tawuran.

"‎Jakarta Timur ini merupakan wilayah yang komplek. Dan jumlah personil tidak sebanding dengan penduduk yang ada. Jadi kami memanfatkan informasi yang diberikan dari warga. Jika ada informasi kami akan langsung kroscek dan berikan tindakan," imbuhnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help