WartaKota/

Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara di Lift yang Jatuh

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, penyidik nantinya akan melakukan gelar perkara untuk mengungkap apakah ada kelalaian dalam kasus jatuhny

Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara di Lift yang Jatuh
Warta Kota/Gopis Simatupang
Lokasi jatuhnya lift di Blok M Square diberi police line 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Penyidikan kasus jatuhnya sebuah lift di Blok M Square terus dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, penyidik nantinya akan melakukan gelar perkara untuk mengungkap apakah ada kelalaian dalam kasus jatuhnya lift tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto meenjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga saksi dari Blok M Square. Seperti teknisi yang melakukan perawatan terhadap lift yang jatuh itu.

"Setelah itu sore kami akan melakukan Pemeriksaan ahli sore ini. Nanti dari hasil hasil itu baru akan kita ramu dan kita lakukan gelar perkara," kata Budi Hermanto saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Sebanyak 10 saksi terkait jatuhnya lift sudah diperiksa penyidik. Seperti warga setempat atau pedagang yang membantu para korban pada saat kejadian jatuhnya lift yang mengakibatkan puluhan orang terlukan. "Sembilan ini terdiri dari management terus pihak operator CCTV dan operator lift," ucapnya.

Saat ini, kata dia, penyidik memeriksa dua saksi dan satu ahli akan diminta memberi keterangan pada Senin (20/3) sore, terkait jatuhnya lift di Blok M Square. Beberapa dokumen dari Manajemen Blok M Square pun sudah disita menjadi alat bukti pemeriksaan lift yang jatuh. "Ada beberapa dokumen yang kita amankan yang nanti kita putuskan," ucap dia.

"Sementara ini masih kita coba dalami karena dugaan masih karena overload nah kita akan melihat sistem alarm tersebut bekerja baik tidak dengan sistem pengamanan yang ada di lift tersebut," tuturnya.

Sebagian besar korban pun sudah boleh dipulangkan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sedangkan, sisanya masih dirawat di RSPP karena masih mengalami trauma. "Sebagian sudah ada yang kembali sebagian lagi masih ada yang di rumah sakit makanya kali ini akan agendakan untuk melakukan pemeriksaan mengambil keterangan para saksi," pungkasnya.(bin)

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help