WartaKota/

Pesona Taman Batu yang Memukau Wisatawan

Masyarakat mengetahui obyek wisata ini biasanya dari media sosial dan informasi mulut ke mulut antar kerabat.

Pesona Taman Batu yang Memukau Wisatawan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. 

Di sana, Bayu dengan para risers lainnya sibuk mengabadikan lokasi menggunakan kamera ponsel. Beberapa di antaranya ada yang swafoto (selfie) dan swafoto bersama (wefie).

Untuk mendatangi wisata ini, wisatawan memang memerlukan kocek yang cukup dalam.

Wisatawan harus menyewa kapal kayu bermotor dengan tarif Rp 250.000-Rp 350.000, tergantung besarnya kapal.

Meski cukup mahal, namun wisatawan bisa sepuasnya menyusuri Sungai Pute yang memiliki panjang hingga 5 kilometer dan kedalaman 2-3 meter.

Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut.
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Pemandangannya juga tidak kalah menarik, karena di sisi kiri dan kanannya dipenuhi tanaman mangrove dan nipah.

Salah satu penyedia jasa kapal kayu, Zainal (27) menjelaskan, objek wisata ini mampu menyedot perhatian wisatawan asing dari berbagai macam negara.

"Mereka biasaya datang berombongan hingga puluhan dan ratusan orang. Mereka senang datang ke sini, karena memiliki pemandangan yang indah dan menarik," kata Zainal.

Tidak hanya wisatawan asing, kata dia, wisatawan lokal juga banyak yang bertandang ke Taman Batu.

Mereka mengetahui obyek wisata ini biasanya dari media sosial dan informasi mulut ke mulut antar kerabat.

Lokasi wisata ini belum banyak warga yang tahu karena objek ini mulai terekspos sejak tahun 2013 lalu.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help