WartaKota/

Pesona Taman Batu yang Memukau Wisatawan

Masyarakat mengetahui obyek wisata ini biasanya dari media sosial dan informasi mulut ke mulut antar kerabat.

Pesona Taman Batu yang Memukau Wisatawan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. 

WARTA KOTA, MAKASSAR -- Rombongan Datsun Risers Expedition (DRE) 2 Makassar menjelajah objek wisata Taman Batu Kampung Laku, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Senin (20/3/2017) siang.

Sebanyak 12 risers atau pengguna Datsun antusias dan terpana mengunjungi objek wisata ini.

Objek ini begitu menarik karena para risers harus menyebrang sungai Pute sejauh 2 kilometer ke dermaga kayu.

Sementara panjang sungai ini kurang lebih 5 kilometer dengan mengelilingi Taman Batu.

Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut.
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural.

Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut.

Bebatuan yang kini berdiri merupakan batu karang dengan kontur fisiknya yang tajam dan keras. Bebatuan ini juga ditanami sejumlah tanaman liar dan rumput, sehingga kesan asri begitu terasa.

Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut.
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Ratusan tahun berjalan, debit air terus berkurang sehingga dasar laut berubah menjadi daratan. Surutnya air, menyisakan bebatuan karang itu yang kini disebut Taman Batu.

Bayu Arfandi (22) salah seorang risers, mengaku baru pertama kali mendatangi objek wisata ini. Baginya, Taman Batu sangat menarik, karena disuguhkan dengan panorama yang indah.

"Menuju ke sini juga seru, karena harus menyebrang sungai menggunakan kapal kayu bermotor," ungkap Bayu.

Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut.
Obyek ini disebut Taman Batu karena dipenuhi batu karang dan kapur dengan bentuk yang natural. Bentuknya apa adanya karena fenomena alam, bukan hasil sentuhan manusia. Menurut penduduk sekitar, konon dahulu kala wilayah setempat merupakan dasar laut. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)
Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help