WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Safari ke 10 Polsek, Kapolres Jakarta Timur Ingatkan Jajarannya Tetap Netral dalam Pilkada

Mengawali pengabdiannya sebagai Kepala Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Besar Andry Wibowo melakukan safari ke sejumlah polsek.

Safari ke 10 Polsek, Kapolres Jakarta Timur Ingatkan Jajarannya Tetap Netral dalam Pilkada
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Kepala Polrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo melakukan safari ke sejumlah polsek, Minggu (19/3/2017) pagi. 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Mengawali pengabdiannya sebagai Kepala Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Besar Andry Wibowo melakukan safari ke sejumlah polsek, Minggu (19/3/2017) pagi.

Selain untuk mengenal wilayah, safari juga dilakukan untuk mengecek dan memastikan anggota kepolisian memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Adapun 10 polsek yang dikunjungi Andry adalah Makasar, Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Pasar Rebo, Jatinegara, Matraman, Pulogadung, Cakung, dan Polsek Duren Sawit.

Kepada para anggota, Andry menekankan agar dalam melaksanakan tugas sesuai kerangka aturan yang ada. Ia mencontohkan, beragamnya kultur maupun agama masyarakat, khususnya di Jakarta, harus disikapi dengan landasan persatuan.

Kepala Polrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo melakukan safari ke sejumlah polsek, Minggu (19/3/2017) pagi.
Kepala Polrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo melakukan safari ke sejumlah polsek, Minggu (19/3/2017) pagi. (WARTA KOTA/FERYANTO HADI)

"Maka jika kita mengingat kembali perjuangan para pejuang kemerdekaan, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga persatuan bangsa di tengah beragamnya budaya dan agama di masyarakat saat ini," pesan Kombes Andry.

Andry menegaskan, kemerdekaan dapat diraih bukan hanya hasil pejuangan satu kelompok, melainkan dari perjuangan seluruh komponen masyarakat yang bersatu demi tujuan bersama.

"Kemerdekaan tidak hanya mempertahanan wilayah saja, tapi juga mempertahankan konsep dan gagasan. Indonesia merupakan negara yang beragam, tentunya hanya Pancasila sebagai ideologi yang sangat cocok bagi bangsa ini," tuturnya.

Menurut Andry, di masa pesta demokrasi saat ini, rentan terjadi konflik hanya demi kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Demokrasi adalah suatu konsep untuk menumbukan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, di negara berkembang sering terjadi konflik karena adanya berbagai kepentingan," imbuhnya.

Maka dari itu, ia meminta segenap anggota Polri berperan aktif melakukan antisipasi serta penanganan yang tepat terhadap berbagai persoalan yang berpotensi menyebabkan runtuhnya persatuan. Andry juga meminta jajarannya menjaga netralitas terkait Pilkada DKI Jakarta.

"Kejayaan suatu bangsa adalah dengan menghormati perbedaan. Kita sebagai anggota Polri harus tetap menjaga netralitas dan menjaga keutuhan bangsa dari siapapun yang dapat mengancam persatuan dan persatuan bangsa," imbaunya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help