Polrestro Jakarta Timur Bentuk Forum Anti Tawuran

Forum Anti Tawuran ini melibatkan segenap aparat pemerintah dan organisasi masyarakat.

Polrestro Jakarta Timur Bentuk Forum Anti Tawuran
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Polrestro Jakarta Timur membentuk Forum Anti Tawuran di RT 05/02 Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (18/3/2017). 

WARTA KOTA, CIRACAS - Untuk mengantisipasi tawuran yang sering terjadi di sejumlah lokasi, Polrestro Jakarta Timur membentuk Forum Anti Tawuran di RT 05/02 Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (18/3/2017).

Wakil Kepala Polrestro Jakarta Timur AKBP Sugeng Haryanto mengatakan, Forum Anti Tawuran ini melibatkan segenap aparat pemerintah dan organisasi masyarakat.

Dibentuknya posko keamanan di wilayah Susukan, mengingat di wilayah tersebut, tepatnya di flyover Pasar Rebo, selama ini memang menjadi zona merah daerah rawan tawuran.

"Diharapkan melalui forum ini keamanan dan ketertiban dapat terwujud. Ini menjadi upaya bersama untuk mencegah aksi tawuran yang kerap terjadi," ujarnya.

Sementara, Dir Bimas Polda Metro Jaya Kombes Priyo Mujihad menyatakan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara Babhinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, juga peran aktif masyarakat. Kerja sama antara tiga pilar bersama masyarakat, menurutnya bisa efektif mencegah potensi terjadinya tawuran yang bisa memakan korban.

"Kita adalah satu sistem dan harus bekerja sama mencegah tawuran. Meskipun pelakunya dari wilayah lain, tapi apabila terjadinya di wilayah kita, maka merupakan tanggung jawab kita semua," jelasnya.

"Dengan adanya Forum Anti Tawuran, maka apabila di lapangan mendapati akan terjadinya tawuran, segera dilaporkan ke aparat, sehingga bersama sama dapat mengantisipasi kejadian tersebut," imbuhnya.

Camat Ciracas Musya Syafrudin berharap, forum dan posko tersebut bisa mencegah tawuran di kawasan flyover Pasar Rebo.

"Semoga dengan dibentuknya wadah anti-tawuran, akan semakin aman, dan peristiwa tawuran pelajar yang menewaskan satu orang pada 14 Februari lalu tidak terulang," harapnya.

Menurutnya, tawuran pelajar terjadi karena kurangnya kedisiplinan siswa serta tidak ketatnya peraturan pihak sekolah.

Adapun Posko Anti Tawuran di sekitar flyover Pasar Rebo diketuai oleh H Gimo yang membawahi sejumlah anggota dari Pokdar, FKMS, FKDM, dan organisasi kemasyarakatan seperti FBR dan Forkabi.

"Semoga aksi tawuran di flyover Pasar Rebo tidak lagi terulang," ucap Musa. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved