Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Dilaporkan ke Komnas HAM, Ini Klarifikasi Polisi Soal Pembotakan, Celana dan Sarung Rubby

Polrestro Jakbar dilaporkan ke Komnas HAM lantaran kasus perpeloncoan tahanan serta dianggap menghalangi tahanan menunaikan Salat.

Dilaporkan ke Komnas HAM, Ini Klarifikasi Polisi Soal Pembotakan, Celana dan Sarung Rubby
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Polres Metro Jakarta Barat dilaporkan ke Komnas HAM lantaran kasus perpeloncoan tahanan. Serta dianggap menghalangi tahanan menunaikan Salat, karena tak membolehkan tahanan menyimpan sarung dan celana panjang.

Hal ini mencuat setelah Rubby Peggy Prima, tahanan kasus pemukulan terhadap pendukung Ahok mendapat perlakuan tersebut.

Pengacara Rubby dari Advokad Cinta Tanah Air kemudian menganggapnya sebagai kelalaian sekaligus pelanggaran HAM.

Makanya dilaporkan ke Komnas HAM.

Rubby ditahan lantaran memukul Iwan, pendukung Ahok yang heboh berteriak 'hidup Ahok' di sebuah gang di kawasan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Senin (13/3/2017).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, menjelaskan, aturan tahanan hanya boleh menggunakan celana pendek merupakan standard operational procedure (SOP) yang sudah diatur Kepolisian.

Hal itu bersumber dari Perkap nomor 4 tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Polri, serta diperjelas dalam SOP Sat Tahti Polda Metro Jaya.

"Jadi tahanan memang tak boleh menyimpan celana panjang dan sarung," ucap Andi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (18/3/2017) sore.

Sebab dari kasus-kasus yang pernah ada, celana panjang dan sarung kerap digunakan untuk bunuh diri oleh tahanan.

Bahkan sarung kerap dipakai untuk membengkokkan jeruji besi untuk jalur kabur.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help