Tahanan Pemukul Pendukung Ahok Harus Salat Pakai Celana Pendek di Polres Jakbar

Pihak ACTA sudah melaporkannya ke Komnas HAM. Polres Metro Jakbar dianggap telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

Tahanan Pemukul Pendukung Ahok Harus Salat Pakai Celana Pendek di Polres Jakbar
Warta Kota
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, PALMERAH -- Tahanan pemukul pendukung Ahok dinilai didiskriminasi di Polres Metro Jakarta Barat. Dia tak boleh memakai celana panjang dan dibotaki.

Dia adalah Rubby Peggy Prima. Lelaki yang ditahan lantaran memukul Iwan, pendukung Ahok yang heboh berteriak 'hidup Ahok' di sebuah gang di kawasan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Senin (13/3/2017). 

Baca: Video: Pendukung Ahok-Djarot Disoraki Pendukung Anies-Sandi

Rubby kemudian diringkus aparat Polres Metro Jakbar dan kemudian diberi perlakuan kurang menyenangkan sebagai seorang tahanan.

Ketua Advokad Cinta Tanah Air (ACTA), Krist Ibnu mengaku heran dengan perlakuan Polres Metro Jakbar terhadap kliennya. 

Baca: Blusukan Lebih Banyak Dilakukan Djarot dari pada Ahok di Putaran Kedua

"Saya lihat tak ada tahanan lain yang dibotaki. Hanya Rubby saja yang dibotaki. Itu kan diskriminasi," kata Krist ketika dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (18/3/2017) siang.

Selain itu krist juga heran soal aturan Rubby hanya boleh memakai celana pendek. "Saat Salat selama di tahanan dia jadi tak sah akhirnya," kata Krist. 

Baca: Bawaslu Semprot Ahok, Tak Laporkan Blusukan sebagai Kampanye

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved