Netizen Tolak Rencana Pemerintah Batasi Transportasi Online

Rencana pemerintah membatasi operasional transportasi online, mendapat penolakan di dunia maya.

Netizen Tolak Rencana Pemerintah Batasi Transportasi Online
Warta Kota/Nur Ichsan
Ribuan pengemudi ojek online dan pengemudi angkot di Kota Tangerang, melakukan aksi damai dengan berkeliling kota menyerukan perdamaian, setelah sebelumnya terjadi pertikaian dengan pengemudi angkot, Sabtu (11/3/2017). Mereka sepakat mengakhiri pertikaian yang terjadi sebelumnya, dan bisa mencari rezeki bersama di Kota Tangerang. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Rencana pemerintah membatasi operasional transportasi online, mendapat penolakan di dunia maya.

Warga internet alias netizen menganggap rencana itu tidak tepat dan justru merugikan masyarakat.

Akun @agnazel berkicau, sistem transportasi online lebih baik dari sisi teknis maupun penerapan di lapangan, ketimbang transportasi konvensional.

“Taksi online lebih murah, sistem ulasan dan evaluasi driver (pengemudi) yang lebih terbuka, perhitungan tarif yang terbuka dan anti palak (pemaksaan),” ujar @agnazel seperti dikutip dari Twitter, Jumat (17/3/2017).

Akun @ikrimisasi juga berkicau bahwa perilaku sopir taksi konvensional selama ini menjadi penyebab konsumen berpindah ke transportasi online.

Sebab, tak jarang para sopir taksi itu justru meminta tarif melebihi angka yang tertera di dalam argometer.

“Itulah yang memilih kami lebih memilih angkutan online,” kata akun tersebut.

Muncul pula kicauan bernada satir dari Annastasya Isabelle yang mendukung rencana pemerintah.

Dia ‘mendukung’ rencana pemerintah membuat tarif transportasi online lebih mahal ketimbang saat ini.

“Tidak apa-apa tarif taksi online dimahalin, udah gitu orang akan lebih pilih naik kendaraan pribadi karena bensin murah. Trus bikin macet deh,” tutur @syannastasja.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help