WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Surat Pernyataan Pilih Gubernur Muslim Kebijakan dari Masjid Jami Darussalam

Firmansyah mengatakan bahwa keluarnya surat pernyataan untuk memilih gubernur muslim di Pondok Pinang adalah bentuk kebijakan dari pengurus masjid.

Surat Pernyataan Pilih Gubernur Muslim Kebijakan dari Masjid Jami Darussalam
Warta Kota/Gopis Simatupang
Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, PONDOK PINANG -- Pengurus Masjid Jami Darussalam Pondok Pinang yakni, Sekretaris DKM Firmansyah mengatakan bahwa keluarnya surat pernyataan untuk memilih gubernur muslim di Pondok Pinang adalah bentuk kebijakan dari pengurus masjid. 

Baca: Marak Penolakan Menyalatkan Jenazah Pendukung Ahok, Ini Sikap Dewan Masjid Indonesia

"Sebenarnya hanya untuk kelengkapan administrasi organisasi saja, kebijakan yang dikeluarkan adalah hasil dari rapat kerja masjid darusalam sebenarnya sudah clear.

"Tapi memang keluarnya surat pernyataan tersebut sebagai pertanggung jawaban anggota dan pengurus masjid agar nanti tidak salah, tapi sebenarnya semua juga dapat membuatnya surat pernyataan tersebut, karena memang tidak ada keberpihakan dengan paslon manapun, jadi agar pengurus masjid tidak mengambil keputusan sendiri," katanya saat dihubungi oleh Warta Kota, Kamis (16/3/2017). 

Baca: Masjid Jami Darussalam Jalan Pondok Pinang Tolak Salatkan Jenazah Bagi Pendukung Penista Agama

Namun walaupun ada dan tidak adanya surat tersebut jenazah tetap akan disalatkan.

Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. (Warta Kota/Gopis Simatupang)

"Karena sebagai muslim ada dan tidak ada surat pernyataan tersebut jenazah tetap akan disalatkan, dimandikan, diberikan kain kafan, diberikan fasilitas ambulance dan bahkan dapat uang silaturahim," katanya.

Walaupun saat ini spanduk larangan mensalatkan jenazah pendukung penista agama telah boming, firman mengaku jika yang bersangkutan muslim tetap kami salatkan.

"Kalo pendukung sendiri kan tidak kelihatan, jadi kalo pun ia muslim tetap kami salatkan, namun jika jelas memang terlihat mendeklarasikan dukungan penista agama maka itu yang kami larang," katanya.

Halaman
123
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help