Pabrik Bakso di Tangerang Diduga Mengandung Zat Berbahaya Digerebek BPOM

Berbagai makanan olahan vegetarian, seperti seperti bakso dan nugget serta otak-otak juga turut disita petugas untuk diuji laboratorium.

Pabrik Bakso di Tangerang Diduga Mengandung Zat Berbahaya Digerebek BPOM
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pabrik makanan olahan di Jalan KH Mutaqin RT 04/ RW 02 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang digerebek petugas BPOM Provinsi Banten pada Kamis (16/3/2017). Diduga pabrik tersebut mengandung zat berbahaya. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Pabrik makanan olahan di Jalan KH Mutaqin RT 04/ RW 02 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang digerebek petugas BPOM Provinsi Banten pada Kamis (16/3/2017). Diduga pabrik tersebut mengandung zat berbahaya.

Penggerebekan juga dilakukan karena pabrik tersebut tidak memiliki izin edar. Dalam penggerebekan itu petugas BPOM berhasil menyita beberapa produk siap edar untuk uji sampel di laboratorium.

Dan untuk sementara waktu BPOM menghentikan aktifitas pabrik olahan makan tersebut. Petugas BPOM Banten menggerebek bersama dengan aparat dari Polrestro Tangerang serta Polda Metro Jaya.

"Selain tidak adanya izin usaha dan izin edar, makanan olahan yang diproduksi pabrik ini selama enam tahun diduga mengandung bahan kimia berbahaya," ujar Kepala BPOM Banten, Kashuri pada Kamis (16/3/2017).

Berbagai makanan olahan vegetarian, seperti seperti bakso dan nugget serta otak-otak juga turut disita petugas untuk diuji laboratorium. Dari hasil uji lab cepat yang ada, diketahui bahan makanan diduga mengandung zat berbahaya.

"Mereka juga memalsukan izin edar," ucapnya.

Sementara itu, Karkam satu dari manajemen pabrik tersebut mengungkapkan pabrik ini memproduksi makanan sudah sejak lima tahun. Hasil produksi diedarkan ke seluruh Indonesia.

"Soal izin sebenarnya sudah ada. Namun tidak tahu apakah resmi atau tidak karena urusan atasan saya kalau soal izin. Pabrik ini memproduksi makanan vegetarian seperti bakso dan lainnya," kata Karkam.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help