Musyawarah dan Pembayaran Lahan Proyek Pelebaran Bandara Soetta Ricuh

Lihat ini lihat Pak Lurah, masa tanah saya 100 meter ada bangunan diatasnya cuma dibayar 160 juta aja, saya mau beli tanah di mana lagi, bisa bangkrut

Musyawarah dan Pembayaran Lahan Proyek Pelebaran Bandara Soetta Ricuh
Warta Kota/Andika Panduwinata
Proses pembebasan lahan terkait pembangunan proyek runway 3 Bandara Soetta, Tangerang kian memanas. Dalam musyawarah dan prosesi pembayaran bidang untuk perluasan Bandara ini berakhir ricuh di Gedung AME Uquipment, Bandara Soetta, Kamis (16/3/2017). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Proses pembebasan lahan terkait pembangunan proyek runway 3 Bandara Soetta, Tangerang kian memanas. Dalam musyawarah dan prosesi pembayaran bidang untuk perluasan Bandara ini berakhir ricuh di Gedung AME Uquipment, Bandara Soetta.

"Ada 1 orang pemilik bidang yang hari ini dibayarkan. Kemudian kami juga menggelar musyawarah," ujar Kepala BPN Kabupaten Tangerang, Himsar kepada Warta Kota, Kamis (16/3/2017).

Tim pembebasan lahan Bandara Soetta kembali memanggil 69 orang warga Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pemanggilan ini untuk kembali mengumumkan harga terkait pembebasan lahan untuk pembangunan landasan pacu pesawat itu.

Namun, pemanggilan yang awalnya berjalan damai ini berubah menjadi ricuh saat ada salah satu warga yang mengeluhkan harga tanahnya seluas 100 meter dengan bangunan rumah di atasnya hanya dihargai Rp.160 jutaan saja.

"Lihat ini lihat Pak Lurah, masa tanah saya 100 meter ada bangunan diatasnya cuma dibayar 160 juta aja, saya mau beli tanah di mana lagi, bisa bangkrut ini," teriak seorang ibu yang penuh amarah di Gedung AME Equipment, Bandara Soetta.

Kericuhan ini bahkan sampai membuat Kepala Desa, Ruhiyat Idris harus menenangkan warga dan naik keatas meja.

"Bapak-bapak tenang jangan sampai yang tadinya kita ditindas malah jadi salah karena anarkis," kata Ruhiyat sembari mengangkat kedua tangannya.

Pengumuman harga ini pun dihentikan karena sudah tidak kondusif, bahkan Doli S Siregar selaku ketua penilaian appraisal dalam proyek ini sempat terkena lemparan sendal dibagian wajahnya. Kacamata yang dikenakannya terlepas akibat amukan warga.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help