WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Ini Surat Pernyataan Pilih Paslon Syarat untuk Salatkan Jenazah di Pondok Pinang

Surat pernyataan untuk memilih pasangan calon gubernur muslim yang terjadi di wilayah Pondok Pinang, ternyata bukan hanya isapan jempol belaka

Ini Surat Pernyataan Pilih Paslon Syarat untuk Salatkan Jenazah di Pondok Pinang
Warta Kota/Gopis Simatupang
Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- Surat pernyataan untuk memilih pasangan calon gubernur muslim yang terjadi di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ternyata bukan hanya isapan jempol belaka.

Surat itu memang ada dan kini sudah menjadi barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Selatan serta kejaksaan dan kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

Baca: Warga Ini Mengklaim Dipaksa Tandatangan Pilih Anies-Sandi Demi Jenazah Disalatkan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, meminta pihak kepolisian untuk lekas mengusut kasus itu setelah dia melihat salinan surat pernyataan tersebut.

Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. (Warta Kota/Gopis Simatupang)

"Itu kalau dilakukan oleh seorang (Ketua) RT 05/02, menskenario surat apalagi seperti itu dibiarkan, itu artinya dia tidak netral. Polisi harus cepat bergerak (mengusut kasus itu)," ujar Sumarsono dalam sebuah diskusi interaktif di salah satu stasiun televisi, Selasa (14/3/2017).

Baca: Marak Spanduk Larangan Salatkan Jenazah, Ketua Umum PBNU: Tuhan Kok Diajak Kampanye

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, menyatakan akan menunggu pihak Panwaslu untuk melaporkan kasus tersebut untuk diselidiki unsur pidananya.

Surat pernyataan tersebut pertama kali diungkapkan Yoyo Sudaryo (56), warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, kepada Warta Kota, belum lama ini. Dia terpaksa menandatangani surat itu sebagai syarat agar jenazah mertuanya, Siti Rohbaniah (74), disalatkan di salah satu masjid di Pondok Pinang.

Baca: Ini Penjelasan Ketua RW Soal Warga Pondok Pinang yang Dikabarkan Tidak Disalatkan karena Dukung Ahok

Wujud asli surat pernyataan memilih gubernur muslim itu kini telah berada di tangan pihak berwajib. Namun, Warta Kota berhasil memperoleh gambar salinan surat tersebut dari sumber terpercaya yang merupakan warga setempat.

Halaman
123
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help