GP Ansor Siap Shalatkan Jenazah dan Lakukan Tahlil Selama 40 Hari

Jika tindakan seperti ini terus berlanjut, GP Ansor menyediakan diri untuk menshalatkan jenazah tersebut, termasuk mentahlilkan selama 40 hari.

GP Ansor Siap Shalatkan Jenazah dan Lakukan Tahlil Selama 40 Hari
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Puluhan ribu pasukan Banser Ansor hadiri harlah GP Ansor ke-80 di Surabaya. 

WARTA KOTA, PALMERAH--Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, menyikapi fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, muncul pandangan sebagian kelompok untuk tidak mensholatkan jenazah lawan politik, maka GP Ansor mengambil siap untuk 'turun gunung'.

Menurutnya, apa yang terjadi belakangan ini merupakan cerminan sikap yang tidak Islami juga tidak Indonesianis.

Bagi GP Ansor, setiap jenazah Muslim tetap wajib dishalatkan. "Untuk itu jika tindakan seperti ini terus berlanjut, GP Ansor menyediakan diri untuk menshalatkan jenazah tersebut, termasuk mentahlilkan selama 40 hari," kata Yaqut Cholil Qoumas, melalui press release yang dikirim ke Warta Kota.

Pimpinan GP Ansor itu mengungkapkan, mengenai prinsip berbangsa dan bernegara, GP Ansor memandang bahwa dengan diterimanya NKRI, UUD 1945 dan Pancasila sebagai sebuah kesepakatan para pendiri bangsa, yang
salah satunya adalah tokoh NU KH Wahid Hasyim.

Maka sebagai warga NU, "Kami menerima sistem bernegara dan berbangsa dalam bingkai NKRI. Dan karena itu, produk turunan dari konsititusi itu sah dan mengikat bagi warga NU dan tentunya warga
Indonesia pada umumnya," jelas Yaqut Cholil Qoumas.

Karena itu, Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor menghimbau kepada umat Islam di Indonesia untuk meredakan ketegangan pada setiap kontestasi politik.

"Hal tersebut dapat berpotensi memecah belah umat Islam dan NKRI. Dengan demikian, siapapun yang setuju atau tidak setuju, memiliki landasan hukum agama (fiqh) yang dapat dibenarkan. Namun dalam hal khilafiyah (debatable) hendaknya masing-masing tetap memegang teguh etika amar makruf dan tata krama perbedaan pendapat," jelas Yaqut Cholil Qoumas.

Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved