WartaKota/

Larang Azan, Israel Dinilai Menjajah Agama

larangan mengumandangkan azan oleh pemerintah Israel itu berlaku dari untuk waktu salat Isya dan Subuh atau dari pukul 23.00 hingga 07.00

Larang Azan, Israel Dinilai Menjajah Agama
Reuters/Antara
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu 

WARTA KOTA, JAKARTA -- Rancangan Undang-undang (RUU) kebijakan larangan mengumandangkan azan yang digagas oleh pemerintah Israel ditentang oleh rakyat Palestina dan warga muslim di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Adara Relief International, lembaga sosial kemanusiaan di Indonesia dalam keterangan persnya, Selasa (14/3/2017) mengecam RUU tersebut.

Terlebih, larangan azan itu disertai dengan denda 1.300 - 2.600 dolar bagi masyarakat yang melanggarnya.

Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani mengatakan, azan adalah bagian dari akidah dan keimanan kaum muslimin yang harus dihormati dan tidak boleh dibatasi oleh peraturan pemerintah Israel.

Baca: VIDEO: Ahok Disebut Terlibat Korupsi e KTP, Baca Warta Kota Besok

"Melarang azan di masjid Al-Aqsha sama dengan melarang azan di Masjidil Haram di Mekah dan masjid Nabawi di Madinah karena ketiganya adalah masjid seluruh umat Islam di dunia," ungkap Nurjanah.

Untuk diketahui, isi RUU larangan mengumandangkan azan oleh pemerintah Israel itu berlaku dari untuk waktu salat Isya dan Subuh atau dari pukul 23.00 hingga 07.00 waktu setempat.

Nurjanah menilai hal itu sebagai bentuk penjajahan terhadap kebebasan beragama.

Dia mengajak kaum muslimin Indonesia khususnya untuk turut serta melakukan penentangan terhadap RUU menjadi UU pelarangan azan di Palestina oleh Knesset Israel sebagai bentuk kepedulian pada pelaksanaan hak asasi manusia (HAM).(*)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help