Prakira Cuaca

Mei-Juni-Juli Memasuki Awal Musim Kemarau 2017

Prabowo menekankan dengan kondisi musim kemarau 2017 yang secara umum normal tetap harus diwaspadai beberapa potensi dan dampak.

Mei-Juni-Juli Memasuki Awal Musim Kemarau 2017
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Deputi Bidang Klimatologi, Drs R Mulyono Rahadi Prabowo, MSc menuturkan bahwa awal musim kemarau 2017 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mulai terjadi pada bulan Mei-Juni-Juli 2017.

Saat jumpa pers prakiraan awal musim kemarau di Kantor BMKG, Prabowo menyebutkan, untuk wilayah Sumatera awal musim kemarau terjadi pada bulan Mei dan Juni.

"Di wilayah Bali dan NTT terjadi pada Juni-Juli, sementara untuk wilayah Maluku dan Papua musim kemarau terjadi antara Mei-Agustus," kata Prabowo.

Sedangkan, untuk wilayah Pulau Jawa, musim kemarau terjadi pada bulan April di wilayah Jawa Timur. Lalu antara Mei-Juni terjadi pada wilayah Jateng-Jabar.

"Untuk Puncak Musim Kemarau 2017 diprakirakan dominan terjadi antara bulan Juli - September 2017, dengan persentase sebesar 85.6 %," kata Prabowo.

Prabowo menekankan dengan kondisi musim kemarau 2017 yang secara umum normal tetap harus diwaspadai beberapa potensi dan dampak.

Ia menyebutkan seperti untuk sumber daya air harus lebih ditentukan oleh pengoperasian waduk.

Sementara untuk potensi kebencanaan hidrometeorologi seperti potensi ancaman karhutla di 8 provinsi tetap perlu diwaspadai.

Pada periode musim kemarau yang normal masih ada ancaman potensi kekeringan di NTB dan NTT meskipun tidak separah pada tahun 2015. (apr)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved