Pilkada DKI Jakarta

Sandi Bakal Akurkan Transportasi online Dengan Konvensional

Lewat OK OTrip, kita akan integrasikan manajemennya (angkutan umum konvensional) melalui Transjakarta.

Sandi Bakal Akurkan Transportasi online Dengan Konvensional
Kompas.com
Lampu depan angkutan umum pecah karena dipakai untuk menabrak pengemudi Grab Bike yang sedang jalan kaki. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Bentrokan yang terjadi antara pengemudi angkutan umum dengan ojek online di Tangerang, Banten serta aksi unjuk rasa pengemudi taksi konvensional terhadap keberadaan taksi online di Bandung, Jawa Barat beberapa hari lalu, menjadi pertanda belum harmonisnya kedua moda transportasi tersebut.

Terkait hal tersebut, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno bakal akurkan transportasi online dengan transportasi konvensional.

Kesenjangan yang menurutnya menjadi pemicu konflik akan diatur lewat kebijakan yang adil.

Dirinya menunjukkan kondisi pengemudi ojek online yang berada di sekitar Posko Pemenangan Anies-Sandi Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Puluhan ojek online terlihat mangkal di sisi kiri dan kanan Jalan Melawai, persis di seberang gerbang masuk Blok M Square, hal tersebut menunjukkan jika keberadaan ojek online sangat dibutuhkan masyarakat.

"Saya lihat bahwa di sini aja nih (Posko Pemenangan Anies-Sandi Melawai) , kalau nggak salah pangkalannya temen-temen Gojek, Grab dan Uber, itu menunjukkan kalau teknologi sudah merambah keseharian kita. Jadi kita perlu sebuah regulasi yang fleksibel, karena secara tidak langsung Gojek ini membantu dalam menyediakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Hal tersebut dibuktikannya lewat perbincangannya dengan CEO Gojek, Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Tercatat, ada lebih dari 100.000 tenaga kerja yang sudah terserap oleh Gojek dan ribuan orang yang akan bergabung dalam beberapa layanan Gojek lainnya.

"Belum dihitung berapa jumlah Grab, Uber maupun yang lainnya, jadi menurut saya kita harus melihat bahwa kebutuhan masyarakat untuk transportasi itu bisa dilayani oleh transportasi online dan juga lapangan kerja yang diciptakan lewat terobosan, inovasi atas kreasi anak bangsa ini," jelasnya.

Akan tetapi, tidak melupakan angkutan umum konvensional, dirinya akan menerapkan program OK OTrip yang akan mengintegrasikan Transjakarta dengan angkutan umum lainnya seperti mikrolet ataupun bus sedang.

Bukan hanya akan memberikan layanan transportasi terjangkau kepada masyarakat, armada serta pengemudi angkutan umum tersebut akan disempurnakan.

"Lewat OK OTrip, kita akan integrasikan manajemennya (angkutan umum konvensional) melalui Transjakarta, sehingga nanti setelah pembaharuan bukan hanya fisik angkotnya itu saja yang kita modernisasi, tapi juga sistem penggajian dan pengemudinya melalui training (pelatihan) sekolah mengemudi. Jadi ada pilihan kepada masyarakat, kesenjangan hilang, pasti akan lebih harmonis," tutupnya yakin.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved