Polisi Bersama TNI Tetap Patroli setelah Bentrok di Tangerang

Polisi bersama TNI masih akan tetap melakukan patroli keamanan pascabentrok antara angkutan umum dengan ojek online di Tangerang, Jumat (10/3).

Polisi Bersama TNI Tetap Patroli setelah Bentrok di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polrestro Tangerang meringkus pelaku kericuhan antara sopir angkot yang bentrok dengan ojek online. Sebanyak 21 orang diamankan dan digelandang ke Mapolrestro Tangerang. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Polres Metro Tangerang Kota bersama TNI masih akan tetap melakukan patroli keamanan pascabentrok antara angkutan umum dengan ojek dalam jaringan (online).

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan di Tangerang Jumat mengatakan, patroli masih tetap dilaksanakan sampai beberapa hari kedepan.

Terkait personel, akan dilaksanakan secara gabungan yang dibantu dengan TNI. Terutama di lokasi yang rawan terjadi gesekan maupun keramaian.

"Patroli keamanan masih tetap dilaksanakan hingga sekarang. Sejak pagi hingga malam hari petugas melakukan pengawasan," ujarnya di Mapolres Metro Tangerang Kota.

Selain itu, patroli ini sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas seperti biasanya, terutama dalam mendapatkan pelayanan transportasi.

"Jika memang ada warga yang menumpuk karena tak mendapatkan transportasi umum sebab mogok operasi, maka kepolisian dan TNI siap membantu dibantu Pemkot," katanya.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga mengimbau kepada warga untuk kembali menjalankan kegiatan seperti awal. Mengenai masalah hukum, akan ditangani oleh kepolisian.

Begitu juga dengan oknum yang melakukan razia, akan diberikan sanksi. Sebab, kesepakatan damai antara pengemudi angkutan umum dan ojek online telah dilaksanakan.

"Sesuai dengan komitmen yang disepakati, tak ada lagi aksi razia dan semuanya kembali bekerja seperti awal. Untuk urusan hukum akan ditangani kepolisian," tegasnya.

Perlu diketahui, pada hari Rabu (8/3), terjadi bentrokan antara supir angkutan umum dan ojek online di Kota Tangerang. Akibat dari kejadian itu, sejumlah angkutan umum mengalami kerusakan dan juga ada pengemudi ojek online yang terluka.

Setelah itu, pengemudi ojek online dan supir angkutan kota (Angkot) di Kota Tangerang sepakat berdamai setelah dilaksanakannya mediasi oleh Kepolisian, TNI dan Pemerintah Kota Tangerang. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved