Home »

News

» Jakarta

Orangtua Jamil Kesal Hoax di Televisi yang Sebut Anaknya Meninggal Khawatir Terjadi Kerusuhan

Dia kecewa terhadap pemberitaan satu media televisi swasta yang menyebutkan bahwa anaknya meninggal dunia.

Orangtua Jamil Kesal Hoax di Televisi yang Sebut Anaknya Meninggal Khawatir Terjadi Kerusuhan
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Ilustrasi. Pengojek GrabBike. 

WARTA KOTA, SENEN -- Ichsan (57) orangtua Jamil, seorang pengemudi ojek online yang ditabrak angkot di kawasan Tangcity Mall, Cikokol, Tangerang pada Rabu (8/3/2017) silam, merasa kesal dan kecewa terhadap pemberitaan satu media televisi swasta, yang menyebutkan bahwa anaknya meninggal dunia.

Kabar tersebut diketahuinya, saat keluarga Ichsan yang tinggal di daerah Semarang, juga menyimak pemberitaan tersebut, siang hari tadi.

"Saya tahu sari adik saya yang tinggal di Semarang. Tiba-tiba nelpon dan menanyakan terkait pemberitaan meninggalnya Jamil," kata Ichsan saat ditemui Warta Kota di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Ichsan yang bekerja di bagian unit layanan pengadaan RSPAD Gatot Subroto tersebut kemudian mengklarifikasi pemberitaan itu.

Ia mengatakan bahwa Jamil masih menjalani perawatan.

"Saya bilang kalau itu tidak betul. Jamil masih di ruang ICU," ungkapnya.

Pasca pemberitaan itu, lebih dari 20 orang teman-teman Jamil juga menelpon ponselnya dan menanyakan hal yang sama.

Ia mengkhawatirkan respons teman-teman yang satu profesi Jamil apabila mereka justru bertindak anarkis.

"Solidaritas mereka (pengemudi ojek online) kan tinggi sekali. Saya hanya takut kalau mereka berang. Karena situasi saat ini kan sedang panas," ujar Ichsan.

Saat ini Jamil masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto. Kondisinya saat ini membaik meskipun terjadi pendarahan di bagian otaknya setelah ditabrak oleh sopir angkot berinisial SBH pada Rabu (8/3/2017) silam. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help