Sopir Angkot Pilih Tak Beroperasi karena Khawatir Terjadi Aksi Balas Dendam

Ia mengaku, dirinya khawatir, jika ojek online melakukan aksi balas dendam terhadap sopir angkot.

Sopir Angkot Pilih Tak Beroperasi karena Khawatir Terjadi Aksi Balas Dendam
Warta Kota/Andika Panduwinata
Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini. Petugas melakukan pendataan. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Perselisihan antara sopir angkot dengan ojek online di Kota Tangerang sudah mulai kondusif.

Namun, ada sebagaian sopir yang masih trauma dengan insiden tersebut.

Mereka pun takut beroperasi.

Lantaran khawatir dilakukan sweping oleh ojek online.

Seperti diketahui, kisruh antara sopir angkot dengan ojek online sempat memanas di Kota Tangerang pada Rabu (8/3/2017).

Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini.
Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Antar mereka saling menyerang dan melakukan perusakan.

"Saya tidak narik hari ini, takut kerena infonya ojek online mau melakukan sweping aksi balas dendam," ujar Pardamaian, yang merupakan sopir angkot jurusan Kutabumi - Balaraja pada Kamis (9/3/2017).

Ia mengaku, dirinya khawatir, jika ojek online melakukan aksi balas dendam terhadap sopir angkot.

Namun, Pardamaian mengungkapkan dirinya masih keberatan dengan keberadaan transportasi online tersebut.

Ribuan sopir angkot pun melakukan aksi unjuk rasa skala besar-besaran menuntut agar transportasi online dihapuskan.

Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini.

"Penghasilan saya berkurang dengan adanya trasportasi online. Kami harus beli trayek mahal agar bisa narik, sementara transportasi online hanya pakai aplikasi saja," ucapnya.

Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini. Polisi pun lakukan patroli.
Aksi tersebut berbuntut pada pertikaian antara sopir angkot dengan ojek online ini. Polisi pun lakukan patroli. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Dari pihak kepolisian juga mencoba meredam agar kisruh antara sopir angkot dengan ojek online tak semakin memanas. Jajaran Polrestro Tangerang melancarkan patroli dan menyambangi pangakalan sopir angkot.

Aparat membagikan selebaran untuk para sopir angkot dan ojek online. Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Triyani menjelaskan selebaran ini sudah ditandatangani oleh kedua kubu yang bertikai dan disaksikan oleh unsur TNI, Polres, Dishub, dan Wali Kota Tangerang.

"Selebaran ini kami bagikan agar masyarakat khususnya sopir angkot tidak perlu takut untuk narik kembali," kata Triyani.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved