Polisi Duga Kabel di Gorong-gorong Terkait Kasus Pencurian Tidak Berandai-andai Sabotase

Ketika ditanya soal unsur sabotase, dia belum mau menduganya karena pihak kepolisian harus menemukan fakta.

Polisi Duga Kabel di Gorong-gorong Terkait Kasus Pencurian Tidak Berandai-andai Sabotase
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM
Ilustrasi. Turiman, petugas Satgas Banjir Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat saat mengangkat kulit kabel dari gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2016). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan akan membentuk tim dalam mengungkap kasus penemuan gulungan kabel di gorong-gorong yang membuat Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan selalu tergenang.

Kalau terbukti bersalah, pelaku penaruh kabel-kabel itu akan dikenakan pasal pencurian.

"Sudah dibentuk tim dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan yang pertama adalah menulusuri di TKP. Yang kedua koordinasi langsung sekarang yang mengangkut di truknya itu agar di-BAP," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).

Jadi, mereka masih menunggu penelusuran dulu dari rekan-rekan penyidik dan khusunya Polres Metro Jaksel.

"Masih ditunggu hasilnya dan mungkin siang sudah ada beritanya," katanya.

Unsur yang akan disangkakan kepada pelaku, kata dia, ada Pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Namun, dia belum mengetahui pelaku yang menaruh kabel-kabel tersebut.

Menurutnya, penelusuran itu tidak perlu dari laporan masyarakat. Karena sudah menggangu aktifitas warga karena genangan yang selalu terjadi di Jalan Gatot Subroto.

"Unsurnya sudah pasti 363, apalagi? Pasti, kan?" kata dia.

Apalagi, pada tahun lalu ada kasus serupa penemuan kabel di gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka.

Di mana,tembaga yang dicuri dan kulit kabelnya dibuang di gorong-gorong itu.

"Kita lihat perkembangannya apakah metodenya mengarah ke sana atau bagaimana? Tempatnya kan belum tentu," ucapnya.

"Ini manfaatnya untuk apa sih kabel ini. Kalau tembaganya diarahkannya untuk apa? dijual ke mana? Kan kita mesti tau kabel yang ada kodenya ini peruntukannya utk apa. Nanti kita buka di komputer di PLN atau Telkom bahwa kabelnya harus ada di mana," katanya.

Ketika ditanya soal unsur sabotase, dia belum mau menduganya karena pihak kepolisian harus menemukan fakta.

"Belum tentu juga kita lihat dulu perkembangannya. Belum baru penelusuruan. Penelusuran arah TKP
dari mana dibawa ke mana," kata dia.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved