Philips Donasikan Rp2 Miliar Lebih untuk Anak Putus Sekolah

Philips Lighting Indonesia mendonasikan lebih dari Rp2 miliar untuk membantu anak-anak putus sekolah di Indonesia menyelesaikan pendidikannya.

Philips Donasikan Rp2 Miliar Lebih untuk Anak Putus Sekolah
Warta Kota/Ichwan Chasani
Chandra Vaidyanathan, Presiden Direktur PT Philips Indonesia menyerahkan secara simbolis donasi Rp2 miliar lebih kepada perwakilan Unicef Indonesia, Gunilla Olsson,di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/3). 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Berkolaborasi dengan Unicef, Philips Lighting Indonesia mendonasikan lebih dari Rp2 miliar untuk membantu anak-anak putus sekolah di Indonesia menyelesaikan pendidikannya.

Melalui kampanye #TerangiMasaDepan, Philips menyisihkan Rp2.000 dari setiap penjualan paket khusus bohlam LED  “Beli 3 Gratis 1” berlogo UNICEF mulai Agustus 2016 hingga Januari 2017.

“Kami sangat senang bisa mengumumkan bahwa kami telah berhasil mengumpulkan total lebih dari Rp2 miliar dari kampanye ini. Nominal ini lebih besar dua kali lipat dari tekad kami semula. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kampanye ini,” ungkap Chandra Vaidyanathan, Presiden Direktur PT Philips Indonesia di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).

Chandra secara simbolis menyerahkan sisa kontribusi Philips Indonesia sebesar Rp1.502.774.000 yang didapatkan dari program penjualan paket spesial LED itu kepada Unicef.

Kontribusi pertama sejumlah Rp500 juta telah diserahkan kepada Unicef dalam acara resmi program gerakan ‘Kembali ke Sekolah’ di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Oktober 2016 lalu.

Kolaborasi Philips Lighting Indonesia dan Unicef dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Juni 2016.

Saat itu Philips Lighting Indonesia bertekad untuk berkontribusi sebesar Rp1 miliar melalui kampanye ini.

Namun rupanya penjualan paket spesial LED itu totalnya mencapai Rp2.002.774.000 atau dua kali lipat lebih.

Gunilla Olsson, perwakilan Unicef Indonesia mengatakan bahwa pendidikan memegang peranan penting untuk mengakhiri kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia maupun di negara lainnya.

Unicef bersyukur atas dukungan Philips Lighting dalam gerakan “Kembali ke Sekolah” yang akan dipusatkan Brebes, Mamuju, dan Bondowoso.

“Inisiasi dan kontribusi Philips merupakan langkah yang baik dan bisa menjadi contoh baik bagi sektor privat lainnya,” kata Gunilla Olsson. 

Penelitian Unicef di tahun 2015, terdapat sekitar 2,5 juta anak SD dan SMP yang putus sekolah di Indonesia. Sekitar 52 persen penyebabnya adalah lantaran alasan ekonomi. Brebes, Jawa Tengah akan menjadi target pertama program “Kembali ke Sekolah” dari Unicef disusul wilayah lainnya.

Suhaeni Kudus, spesialis pendidikan Unicef Indonesia mengatakan, dipilihnya Brebes sebagai target pertama karena daerah itu tingkat kemiskinannya tertinggi dan merupakan kabupaten dengan sumber daya lebih minim dibanding kabupaten lain di Jawa Tengah.

“Pemda Brebes sendiri juga sudah lakukan inovasi terkait penanganan anak tidak sekokah diantaranya membantu anak dengan orangtua angkat yang bisa memastikan anak tetap lanjut sekolah,” kata Suhaeni. (chi)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help