Sindikat Pengedar Uang Palsu di Tangerang Terbongkar

Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Afriana Damayanti memberikan apresiasi kepada polisi atas pengungkapan perakara tersebut.

Sindikat Pengedar Uang Palsu di Tangerang Terbongkar
Warta Kota/Andika Panduwinata
Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Afriana Damayanti memberikan apresiasi kepada polisi atas pengungkapan perakara tersebut. Ia pun menjelaskan ciri - ciri perbedaan antara uang palsu dengan uang yang asli. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu pada akhir pekan kemarin. Ada 4 orang tersangka yang diamankan dari kelompok kejahatan ini.

Mereka di antaranya R (33), A (43), S (33), dan A (42). Kasus tersebut terendus berkat adanya informasi warga terkait transaksi uang rupiah palsu di Kampung Kawadiran, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Afriana Damayanti memberikan apresiasi kepada polisi atas pengungkapan perakara tersebut. Ia pun menjelaskan ciri - ciri perbedaan antara uang palsu dengan uang yang asli.

"Uang palsu itu secara kasat mata sangat mirip dengan uang asli. Tapi perbedaannya dapat dilihat dengan cara metode 3D," ujar Afriana di Mapolsek Panongan pada Selasa (7/3/2017).

Menurut Afriana 3D yang dimaksud yakni dengan cara diraba, dilihat, dan diterawang. Warna uang kertas palsu hasilnya tidak setajam atau sebagus uang asli.

"Pada uang asli bisa dilihat di bagian kiri bawah ada optical variable x," ucapnya.

Proses atau teknik cetak uang asli dengan pigment tinta khusus. Dengan begitu bisa dikatakan warnanya akan berubah - ubah seiring perubahan sudut pandang mata kita.

"Begitu juga dengan benang pengaman uang asli. Benang itu akan berubah warna kalau dilihat dari sudut mata tertentu. Uang palsu tidsk menghasilkan efek perubahan warna," kata Afriana.

Sementara itu Wakasat Polresta Tangerang, AKP Nana Supriatna menambahkan jajaran tengah melakukan pengembangan lebih lanjut guna memberikan efek jera terhadap para pelaku yang berupaya mengedarkan uang palsu.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini, dengan harapan dapat mengungkap kasus lebih besar lagi seperti agen mau pun tempat pembuatannya," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help