Pilkada DKI Jakarta

Sandiaga Uno Yakin OK OCE Bisa Bikin Orang Miskin Naik Kelas

Warga kurang mampu, katanya, tersingkirkan, tergusur dalam penataan kota yang hanya memihak kalangan kaya.

Sandiaga Uno Yakin OK OCE Bisa Bikin Orang Miskin Naik Kelas
Faizal Rapsanjani
Sandiaga Uno dan Anies Baswedan saat menghadiri penetapan pasangan calon putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK - Ketimpangan kesejahteraan masih terlihat nyata di DKI Jakarta. Kalangan atas semakin sejahtera, sedangkan warga kalangan bawah semakin terpuruk menderita.

Mirisnya kenyataan tersebut diungkapkan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, ketika blusukan menyambangi sejumlah wilayah di pelosok ibu kota.

Warga kurang mampu, katanya, tersingkirkan, tergusur dalam penataan kota yang hanya memihak kalangan kaya.

Padahal, lanjut Sandi, tugas pemerintah seharusnya membawa kesejahteraan dan solusi bagi permasalahan warga. Bukan sebaliknya, menata kawasan elite, tetapi menggusur permukiman warga kurang mampu.

"Kami, Anies-Sandi, menawarkan program-program yang bisa menyelesaikan permasalahan ketimpangan itu sampai ke akar akarnya," ujar Sandi usai rapat koordinasi bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017).

Peningkatan kesejahteraan warga tersebut, menurut Ketua Umum HIPMI itu, akan diwujudkan dalam sejumlah program pembinaan warga seperti OK OCE, penambahan fasilitas serta manfaat dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), dan pemberdayaan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye.

Program pembinaan, papar Sandi, khusus OK OCE dan pasukan oranye lewat pemberian beasiswa gratis, penempatan kerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ataupun pendampingan usaha bagi mereka, dapat memutus mata rantai kemiskinan warga Jakarta.

"Program OK OCE bisa membuka peluang usaha bagi warga Jakarta, sehingga yang kaya tidak memperkaya diri sendiri, tapi juga bisa menarik gerbong yang ingin maju, bisa ditarik. Jadi yang kaya makin sejahtera, yang kurang mampu naik kelas," paparnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help