Penyebab Jalan Kecil Swasembada Timur Ambles dan Tertundanya Sheetpile Kali Swasembada‎

Kalinya sudah dikeruk lumpurnya dan memang harusnya pengerukan ini kan diiringi dengan pemasangan sheet pile.

Penyebab Jalan Kecil Swasembada Timur Ambles dan Tertundanya Sheetpile Kali Swasembada‎
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Upaya normalisasi kali. 
Wily Hardiana, yang selaku Lurah Kebon Bawang menanggapi soal amblesnya sebuah jalan kecil di pinggiran Kali Swasembada, yaitu Jalan Swasembada Timur Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/3/2017).
Dipaparkan Wily, amblesnya jalan tersebut akibat proses pengerukan kali oleh Suki Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara.
"Itu kan kalinya sudah dikeruk lumpurnya, dan memang harusnya pengerukan ini kan diiringi dengan pemasangan sheet pile namun ini kan kondisinya darurat dan warga memang minta," katanya.
"Pak dikeruk saja deh, enggak usah di-sheet pile pak," demikian harapan warga. 
Karena itu terpaksa pihak Suku Dinas Sunber Daya Air melakukan pengerukan.
"Itu pun harus meraba-raba dulu kan lihat kondisi di kalinya. Tahu-tahu kan ada yang ambrol," kata Wily.
Ia mengatakan, rencana Kali Swasembada itu akan di-sheetpile.
Namun, Wily mengaku lebih mengikuti kemauan warganya terlebih dahulu.
"Makanya, oleh pihak Suku Dinas Sumber Daya Air memperbaiki dan mengerukkan lumpurnya di Kali Swasembada, sembari juga menunggu untuk di-sheetpile yang sama seperti kali yang di Warakas," katanya.
"Memang, seharusnya kali kudu di-sheetpile dulu baru dikeruk," katanya. 
Warganya ini memang dasarnya enggak sabar, maunya dikeruk dulu lumpurnya.
"Mau enggak mau ya kita ikuti kemauan warganya. Konsekuensinya itu pasti ada yang ambrol," katanya.‎
Sementara, salah seorang warga yang tinggal di Kelurahan Kebon Bawang, Tarnian (45) akui, apabila Kali Swasembada di-sheet pile timbul, maka akan terganggu kegiatan warga setempat.
"Memang Kali Swasembada itu jauh lebih baik apabila di-sheet pile," katanya. 
Cuma, menurut dia pribadi, jangan karena lihat saja kondisi di kedua sisi jalan yang mengapit Kali Swasembada. 
"Kecil pak sementara motor dan mobil itu ramai lewat sini," katanya.
Nanti-nanti saja, harap warga, kalau sheet pile, asal dikeruk dan Kali Swasembadanya tidak meluap.
"Yang berarti, kan aman-aman saja. Genangan juga itu tidak terjadi juga," katanya.
Sementara itu, bertolak belakang dengan Aya (30) seorang wanita tukang jahit pakaian yang tinggal di Jalan Swasembada XXI.
Dipaparkan Aya, kondisi Kali Swasembada saat ini terlihat memprihatinkan.
"Kalau saya sih setujunya di Kali Swasembada ya pinggirannya ditinggiin gitu dan dikerukkan juga," katanya.
Biar daya tampung air di kali bisa banyak. 
Kalau ditunda, ya jangan.
Justru yang penting kan antisipasi agar kalinya itu enggak gampang meluap keluar.
"Kalau sudah hujan di sini, air di Kali Swasembada gampang banget naiknya," katanya.
Jembatan untuk menyeberang kali itu bisa ditutup sedikit.
"Bahaya juga buat anak kecil. Ditinggiin saja pinggiran kalinya. Pasti itu aman," katanya.‎
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved